Radarsitubondo.id - Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak pada aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Tangerang. Kondisi tersebut membuat warga Kota Tangerang ramai-ramai mencari masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.
Pada Minggu (6/9), sejumlah toko grosir dan pengecer masker di kawasan Poris Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dipadati pembeli. Warga berdatangan untuk mendapatkan masker di tengah kondisi udara yang mulai terganggu akibat abu vulkanik.
Antrean pembeli bahkan terlihat memanjang hingga ke luar toko. Banyaknya kendaraan dan warga yang berkumpul di sekitar lokasi turut menyebabkan arus lalu lintas mengalami kepadatan.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Aktivitas Vulkanik Menurun tapi Erupsi Susulan Bisa Terjadi
Tingginya permintaan membuat beberapa toko menerapkan pembatasan pembelian. Setiap pelanggan hanya diperbolehkan membeli maksimal satu boks masker agar stok dapat dibagikan kepada lebih banyak warga.
Kamila (24), warga Poris, mengatakan dirinya harus mendatangi beberapa toko untuk mencari masker. Namun, hampir seluruh lokasi yang didatanginya dipenuhi pembeli.
Menurut Kamila, masker kini menjadi kebutuhan penting bagi warga karena keberadaan abu vulkanik mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Delapan Bandara Ditutup akibat Erupsi GAK, Menhub Minta Maskapai Penuhi Hak Penumpang
"Masker memang sedang banyak dicari warga," ujarnya.
Selain stok yang terbatas, harga masker juga disebut mengalami kenaikan. Jika sebelumnya satu boks masker dapat dibeli sekitar Rp15.000, kini harganya mencapai sekitar Rp18.000.
Kondisi serupa dialami Rini (40). Ia mengaku tidak keberatan harus menghabiskan waktu untuk mengantre demi memperoleh masker.
Menurutnya, masker menjadi barang yang dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas ketika abu vulkanik mulai menyelimuti sejumlah wilayah Tangerang.
Di toko tempat Rini membeli masker, harga produk untuk orang dewasa dibanderol sekitar Rp20.000 per boks. Harga tersebut lebih mahal dibandingkan kondisi normal sebelum aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi.
Baca Juga: Jay Idzes Main 90 Menit, Sassuolo Ditahan Bologna 2-2 di Serie A 2026/27
Fenomena antrean panjang ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan pernapasan setelah abu vulkanik terdeteksi menyebar ke sejumlah wilayah.
Warga diimbau tetap memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi sebaran abu vulkanik. Penggunaan masker juga menjadi salah satu langkah perlindungan ketika masyarakat harus beraktivitas di wilayah yang terdampak abu.(*)
Editor : Titin Wulandari