Penerbangan Terganggu Erupsi GAK, AHY Minta Maskapai Terbuka soal Jadwal hingga Refund

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:07 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (JawaPos)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (JawaPos)

 

RADARSITUBONDO.ID - Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat.

Pemerintah mencatat sekitar 170 ribu penumpang terdampak akibat terganggunya operasional penerbangan di sejumlah bandara.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam layanan penerbangan memastikan penumpang tetap mendapatkan pelayanan terbaik selama gangguan berlangsung.

Baca Juga: Prabowo Pantau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 1.558 Penerbangan Terdampak

AHY menilai kondisi yang terjadi memang berada di luar kendali maskapai. Namun, situasi tersebut tidak boleh membuat hak penumpang untuk mendapatkan informasi dan pelayanan yang jelas terabaikan.

Menurut AHY, penumpang harus mendapatkan penjelasan mengenai kondisi penerbangan secara terbuka.

Informasi yang diberikan maskapai juga harus akurat, terutama bagi penumpang yang mengalami perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan.

“Prinsipnya adalah penumpang juga harus terus diberikan penjelasan, informasi yang akurat. Maskapai tidak boleh tidak terbuka. Walaupun ini force majeure, kita ingin mendorong agar maskapai juga bisa memberikan pelayanan yang baik,” ujar AHY, dikutip dari JawaPos, Senin (7/9).

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, gangguan tersebut telah memengaruhi 467 penerbangan. Rinciannya terdiri atas 409 penerbangan domestik dan 58 penerbangan internasional.

Besarnya jumlah penerbangan yang terdampak membuat penanganan penumpang menjadi salah satu perhatian pemerintah.

AHY meminta maskapai tidak hanya menyampaikan informasi terkait gangguan operasional, tetapi juga memastikan proses layanan lanjutan dapat dilakukan dengan mudah.

Perubahan jadwal penerbangan, pembatalan, hingga pengalihan rute perlu diinformasikan secara jelas kepada penumpang.

Dengan begitu, masyarakat dapat segera menentukan langkah berikutnya tanpa harus menghadapi ketidakpastian di tengah gangguan penerbangan.

Baca Juga: Delapan Bandara Ditutup akibat Erupsi GAK, Menhub Minta Maskapai Penuhi Hak Penumpang

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap penumpang yang harus menghadapi pembatalan penerbangan.

Salah satu hal yang didorong AHY adalah kemudahan proses pengembalian tiket atau refund bagi penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan.

“Termasuk bagaimana kalau refund karena tidak bisa terbang, ya harus bisa mudah untuk diberikan ganti rugi. Kemudian yang lain-lain kita terus amati dan kita terus dengarkan penjelasan dari pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk menjelaskan secara teknis,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan skenario untuk menjaga mobilitas masyarakat selama sejumlah bandara masih mengalami gangguan. Kementerian Perhubungan menyiapkan beberapa bandara alternatif yang dinilai tidak terdampak sebaran abu vulkanik.

Sejumlah bandara yang disiapkan antara lain Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Yogyakarta, dan Bandara Juanda Surabaya.

Penggunaan bandara alternatif menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi dampak gangguan penerbangan terhadap perjalanan masyarakat.

Penumpang yang tidak dapat mendarat di bandara tujuan dapat dialihkan ke bandara yang masih dapat digunakan.

Namun, pengalihan tersebut juga membutuhkan dukungan transportasi lanjutan. Karena itu, AHY meminta kesiapan moda transportasi darat ikut diperkuat, terutama untuk membantu penumpang yang harus mendarat di bandara alternatif sebelum meneruskan perjalanan menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Transportasi darat, termasuk kereta api, dinilai penting untuk memastikan pengalihan penerbangan tidak berhenti hanya pada pemindahan lokasi pendaratan. Penumpang tetap harus memiliki akses menuju kota atau daerah tujuan akhirnya.

“Mode transportasi darat tentunya ini yang harus disiapkan, kereta, yang kita juga harus dorong agar memudahkan para penumpang yang seharusnya langsung landing di Jakarta tetapi harus mungkin berhenti di Kertajati, misalnya, untuk bisa datang ke Jakarta,” ucapnya.

Baca Juga: Start Buruk Fiorentina, Fabio Grosso Resmi Dipecat Setelah Tiga Laga Alami Kekalahan

Hingga Senin (7/9), penutupan masih dilakukan di sejumlah bandara. Bandara yang terdampak antara lain Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Raden Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Pemerintah kemudian menyiapkan pangkalan udara alternatif sebagai bagian dari skenario mitigasi utama. Pengalihan penerbangan diarahkan ke sejumlah bandara yang dinilai dapat mendukung kelancaran mobilitas penumpang.

Bandara tersebut mencakup Bandara Kertajati Cirebon, Bandara Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), Bandara Ahmad Yani Semarang, hingga Bandara Adi Soemarmo Solo.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : Jawa Pos
AHY Gunung Anak Krakatau penerbangan erupsi