RADARSITUBONDO.ID - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih belum kembali normal setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan sementara operasional penerbangan kembali diperpanjang hingga Senin (7/9) sore.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperpanjang penutupan operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 18.00 WIB.
Kebijakan tersebut berkaitan dengan adanya indikasi sebaran abu vulkanik atau volcanic ash akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan penutupan sementara masih diberlakukan dengan mengacu pada NOTAM yang berlaku.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan penanganan dampak operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik,”ujar Yudistiawan, dikutip dari JawaPos.
Baca Juga: Penerbangan Terganggu Erupsi GAK, AHY Minta Maskapai Terbuka soal Jadwal hingga Refund
Penutupan tersebut memberikan dampak cukup besar terhadap aktivitas penerbangan. Berdasarkan data penerbangan hingga pukul 06.30 WIB pada Senin (7/9), sebanyak 243 penerbangan tercatat terdampak.
Dampak itu merupakan akumulasi dari sejumlah kondisi operasional. Mulai pembatalan penerbangan, keterlambatan, pengalihan pendaratan ke bandara lain, hingga dampak operasional lainnya.
Dari total tersebut, 184 penerbangan merupakan penerbangan domestik. Kemudian 54 penerbangan internasional dan lima penerbangan kargo.
Tidak hanya penerbangan yang terdampak. Kondisi tersebut juga berimbas kepada puluhan ribu penumpang yang harus menghadapi perubahan perjalanan.
Total terdapat 29.619 penumpang yang terdampak akibat gangguan operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
Menghadapi kondisi tersebut, Bandara Soekarno-Hatta sejak penutupan sementara operasional penerbangan pada 6 September 2026 telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA). Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari penanganan penumpang yang terdampak.
Sejumlah kebutuhan dasar penumpang disiapkan selama proses penanganan. Dukungan tersebut mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan, area istirahat, hingga layanan transportasi darat untuk membantu mobilitas penumpang.
InJourney Airports juga menyiapkan alternatif perjalanan melalui layanan bus gratis. Armada tersebut melayani sejumlah kota tujuan, yakni Jogja, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Layanan transportasi darat tersebut ditujukan untuk membantu penumpang terdampak mencapai kota tujuan masing-masing di tengah terganggunya penerbangan. Pendaftaran layanan bus dilakukan melalui posko yang telah disediakan di terminal.
“Kami memahami bahwa kondisi ini berdampak pada perjalanan para penumpang. Karena itu, sejak awal penutupan sementara kami fokus memastikan kebutuhan penumpang tetap terlayani, mulai dari penyediaan makanan dan area istirahat hingga alternatif transportasi darat,” ujarnya.
Baca Juga: Persita Gagal Menang di Markas PSIM, Ini Kata Carlos Pena
Selain layanan transportasi, sejumlah fasilitas di terminal juga dimanfaatkan untuk membantu penumpang terdampak. Salah satunya Employee Lounge yang digunakan sebagai area istirahat.
Posko penanganan turut dioperasikan untuk memperkuat koordinasi di lapangan. Keberadaan posko tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan penumpang berjalan sesuai kondisi terkini.
Sementara itu, maskapai penerbangan tetap membuka layanan di terminal masing-masing.
Layanan tersebut digunakan untuk memberikan informasi sekaligus membantu proses penanganan terhadap penumpang yang terdampak perubahan operasional penerbangan.
Kondisi abu vulkanik menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan langkah operasional penerbangan.
Karena itu, pemulihan tidak dilakukan secara langsung, melainkan menunggu hasil pemantauan terhadap kondisi dan aspek keselamatan penerbangan.
“Saat ini kami masih melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif dengan seluruh stakeholder. Kami akan terus menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan, dengan tetap menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama,” ucapnya.
Baca Juga: Raditya Dika Tertahan di Doha, Pesawat Putar Balik Gegara Erupsi Anak Krakatau
Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama seluruh stakeholder terkait terus mengevaluasi perkembangan kondisi.
Evaluasi dilakukan untuk melihat dampak abu vulkanik terhadap aktivitas penerbangan sekaligus menentukan langkah pemulihan berikutnya.
Operasional penerbangan nantinya akan dipulihkan secara bertahap. Keputusan tersebut tetap mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik serta hasil pemantauan terhadap keselamatan penerbangan.
Di tengah kondisi tersebut, calon penumpang diminta tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan status penerbangannya. Penumpang perlu mengecek kembali jadwal dan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara dan untuk informasi kebandarudaraan dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172. Bagi penumpang yang terdampak, kami mengajak untuk mengikuti informasi dan arahan petugas di terminal agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Editor : Bayu ShaputraSumber : jawapos