RADARSITUBONDO.ID - Penerbangan di tiga bandara kembali dipulihkan setelah sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan siap kembali melayani penerbangan.
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan fasilitas dan personel operasional di tiga bandara tersebut telah disiapkan untuk mendukung dimulainya kembali layanan penerbangan.
Baca Juga: Tiga Bulan Tak Pulang, Siswi Selomukti Diduga Dibawa Lari Mantan Tunangan
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan pemulihan operasional tersebut mengacu pada Notice to Air Missions (Notam) dari AirNav Indonesia.
Status resumed operations untuk masing-masing bandara diterbitkan pada Selasa (8/9) dini hari.
"Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," katanya, dikutip dari Antara.
Berdasarkan ketentuan tersebut, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang kembali berstatus resumed operations mulai pukul 00.30 WIB. Selanjutnya, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta mulai beroperasi kembali pada pukul 00.40 WIB.
Baca Juga: Xiaomi 18 Fold Diprediksi Jadi Pesaing Galaxy Z Fold 8 dan iPhone Ultra
Sementara itu, Bandara Husein Sastranegara Bandung menyusul dengan status resumed operations pada pukul 00.42 WIB.
Pemulihan operasional tersebut tidak dilakukan secara langsung tanpa pemeriksaan. Sejumlah prosedur pembukaan kembali bandara terlebih dahulu dijalankan untuk memastikan kondisi fasilitas penerbangan memenuhi standar keselamatan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembersihan abu vulkanik yang berada di area sisi udara atau air side. Pembersihan mencakup sejumlah fasilitas penting seperti apron, taxiway, hingga runway.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pergerakan pesawat dapat kembali berlangsung dengan aman setelah aktivitas penerbangan sempat terganggu akibat sebaran abu vulkanik.
Selain pembersihan, pemeriksaan terhadap kondisi runway juga dilakukan. InJourney Airports melakukan uji kekesatan landasan pacu untuk memastikan permukaan runway memenuhi ketentuan yang diperlukan bagi operasional penerbangan.
“Selain itu, juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan," ujarnya.
Baca Juga: Terungkap! Ini Pemicu Mahendra Diduga Bunuh Mozza hingga Jasadnya Ditemukan Tinggal Kerangka
Dengan selesainya rangkaian pemeriksaan tersebut, ketiga bandara dinyatakan siap memasuki fase pemulihan operasional. Namun, penerbangan tidak serta-merta dikembalikan ke kondisi normal sepenuhnya.
Khusus Bandara Soekarno-Hatta, proses pemulihan penerbangan dilakukan secara bertahap. Pengaturan arus lalu lintas udara menjadi salah satu perhatian utama pada tahap awal pembukaan kembali operasional.
General Manajer Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan pengoperasian kembali bandara tetap mengedepankan keselamatan. Salah satu langkah yang diterapkan adalah Air Traffic Flow Management (ATFM).
Sistem tersebut digunakan untuk mengatur arus lalu lintas penerbangan pada fase awal pemulihan. Dengan pengaturan itu, pergerakan pesawat baik keberangkatan maupun kedatangan dapat disesuaikan dengan kapasitas operasional yang tersedia.
"Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap," terangnya.
Menurut Heru, pengaturan lalu lintas penerbangan juga mempertimbangkan kondisi operasional yang berlangsung di lapangan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak gangguan operasional.
Baca Juga: Panduan Membuat Aquascape untuk Pemula agar Ikan Tidak Mudah Stres
Di sisi lain, kapasitas apron juga perlu dikembalikan secara bertahap. Karena itu, pemulihan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan mengurai dampak penutupan sementara dan kapasitas fasilitas bandara.
Kondisi tersebut membuat jadwal penerbangan berpotensi mengalami penyesuaian selama proses recovery. Penumpang yang sebelumnya memiliki jadwal penerbangan terdampak diimbau tidak hanya mengandalkan jadwal awal yang telah diterima.
Untuk mendukung mobilitas penumpang selama proses pemulihan, Bandara Soekarno-Hatta juga telah melakukan koordinasi dengan seluruh operator transportasi publik.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan armada yang dapat mendukung perjalanan penumpang dari maupun menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Di tengah pemulihan operasional tersebut, calon penumpang diminta memastikan informasi penerbangan sebelum menuju bandara. Penyesuaian jadwal dapat terjadi seiring dengan pengaturan arus penerbangan pada tahap awal recovery.
"Calon penumpang diimbau untuk senantiasa memantau dan memastikan status serta jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara tujuan, mengingat adanya penyesuaian jadwal penerbangan," kata dia.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA