Radarsitubondo.id - Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda. Hingga Selasa malam, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten memastikan kedelapan orang yang berada di dalam kapal tersebut belum ditemukan.
Operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh tim gabungan dengan menyisir kawasan perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir kapal tersebut terdeteksi.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan pencarian masih berlangsung hingga malam. Namun, upaya yang dilakukan tim belum membuahkan hasil.
Baca Juga: Harry dan Meghan Kaget Terima Surat Raja Charles III, Status Kerajaan Mereka Akhirnya Ditegaskan
Menurut Rizky, penyisiran difokuskan di sekitar titik koordinat terakhir yang diperkirakan berkaitan dengan keberadaan kapal yang membawa rombongan tersebut.
Berdasarkan informasi resmi Basarnas Banten, total terdapat delapan orang yang masih dicari dalam insiden tersebut.
Mereka terdiri atas seorang nakhoda kapal, satu anak buah kapal (ABK), satu pemandu wisata, serta lima jurnalis dari sejumlah media nasional.
Rombongan tersebut sebelumnya diketahui berada di kapal yang bergerak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Pandeglang. Namun, dalam perjalanan, kapal tersebut kemudian dilaporkan kehilangan kontak.
Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, BRI Peduli Bagikan Masker dan Vitamin di Jakarta
Situasi itu memicu operasi pencarian di wilayah Perairan Selat Sunda. Tim gabungan kemudian bergerak untuk menemukan kapal beserta seluruh penumpang dan awak yang berada di dalamnya.
Pencarian pada hari pertama dilakukan dengan menyisir sejumlah area yang dianggap memiliki kemungkinan berkaitan dengan posisi terakhir kapal.
Namun, berdasarkan hasil evaluasi tim gabungan, operasi tersebut belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari.
Tidak adanya temuan berarti membuat operasi pencarian dan pertolongan diputuskan untuk dilanjutkan pada hari berikutnya. Tim akan kembali melakukan penyisiran dengan mengacu pada perkembangan informasi dan hasil evaluasi di lapangan.
Operasi pencarian menjadi perhatian karena melibatkan sejumlah jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Gara-Gara Abu Vulkanik, Harga Masker Mendadak Meledak Naik 2 Kali Lipat!
Insiden hilang kontak tersebut terjadi ketika aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian. Gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda itu dilaporkan masih menunjukkan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan menjadi perhatian utama bagi siapa pun yang berada di sekitar kawasan gunung api.
Otoritas setempat sebelumnya juga telah mengeluarkan larangan bagi wisatawan maupun nelayan untuk mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Larangan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya yang dapat muncul akibat aktivitas vulkanik.
Di tengah kondisi tersebut, Basarnas bersama tim gabungan masih berupaya menemukan lima jurnalis, nakhoda, ABK, dan pemandu wisata yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda. Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan dengan menyisir area di sekitar koordinat terakhir kapal.(*)
Editor : Titin Wulandari