RADARSITUBONDO.ID - Operasi pencarian korban Kapal Virgo Transport 8 memasuki hari kedua. Basarnas memperkuat pencarian dengan mengerahkan 22 armada yang terdiri atas unsur laut dan udara.
Sebanyak 17 armada laut dan lima unsur udara diterjunkan untuk menyisir wilayah yang diduga menjadi lokasi kecelakaan kapal tersebut. Pengerahan tambahan armada dilakukan setelah pada hari pertama tim SAR mengoperasikan 15 armada.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan penambahan armada dilakukan untuk memperluas pencarian sekaligus memperkuat proses evakuasi terhadap korban Kapal Virgo Transport 8.
“Pada operasi SAR memasuki hari kedua, di armada udara kami mengerahkan langsung lima armada pesawat dan helikopter,” kata Mohammad Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9), dikutip dari Antara.
Baca Juga: AFC Soroti Perkembangan Sepak Bola Indonesia, dari Piala Asia hingga Kualifikasi Piala Dunia
Dari unsur udara, Basarnas melibatkan sejumlah armada milik berbagai instansi. Kekuatan tersebut terdiri atas helikopter Basarnas HR 36012, helikopter AS-365 Mabes Polri, pesawat CN-235 TNI AL, helikopter Panther HS 1310 TNI AL, serta pesawat Cessna 208 Caravan milik BNPB.
Armada udara tersebut digunakan untuk mendukung pencarian dari atas permukaan laut. Pengamatan melalui udara menjadi bagian dari upaya tim SAR untuk memperluas jangkauan pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan.
Selain kekuatan udara, pencarian di laut juga diperkuat dengan belasan kapal dari Basarnas, TNI AL, Kepolisian, serta unsur terkait lainnya. Armada tersebut dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan sekaligus membantu proses pertolongan dan evakuasi.
Unsur laut yang terlibat di antaranya KN SAR Laksamana 241 Banjarmasin, KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan, KN SAR Kamajaya 104 Makassar, KN SAR Permadi 249 Surabaya, dan Rigid Bouyancy Boat (RBB) Palangkaraya.
TNI AL juga mengerahkan KRI Nala, KRI Pulau Fani, KRI Canopus, serta KRI I Gusti Ngurah Rai dalam operasi pencarian tersebut.
Kekuatan pencarian lainnya berasal dari Kepolisian dan unsur pendukung. Armada yang dilibatkan meliputi KP Laksamana 7012, KP Orca 06, KN Kunyit, KAL Kumai II, MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhuw IX, serta TB Transcoal Pacific.
Hingga perkembangan terakhir operasi SAR, Basarnas mencatat 114 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang berada di dalam Kapal Virgo Transport 8.
Baca Juga: Gol Injury Time Luka Cumic Gagalkan Kemenangan Singo Edan
Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara enam orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan. Tim SAR masih melanjutkan pencarian terhadap para korban dengan mengoptimalkan armada laut dan udara yang telah dikerahkan.
Sebanyak 86 korban dari total yang telah ditemukan juga sudah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Mereka terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban dalam keadaan meninggal dunia.
Proses pencarian dan evakuasi masih dilakukan oleh gabungan Basarnas, TNI AL, Kepolisian, BNPB, serta unsur lainnya. Penambahan armada pada hari kedua menjadi bagian dari strategi untuk memperluas cakupan pencarian di wilayah perairan.
Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA.
Kapal tersebut diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Dalam pelayarannya, kapal membawa total 243 orang sebelum kemudian dilaporkan mengalami hilang kontak.
Memasuki hari kedua, fokus utama tim SAR masih diarahkan pada pencarian 129 orang yang belum ditemukan. Operasi terus dilakukan dengan menggabungkan pencarian melalui laut dan udara untuk memperbesar peluang menemukan korban.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA