Basarnas Ungkap Posisi KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil, 129 Orang Masih Dicari

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 09:02 WIB
Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (Foto: Basarnas)
Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (Foto: Basarnas)

 

RADARSITUBONDO.ID - Posisi Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, terus berubah.

Pada hari kedua operasi pencarian dan pertolongan, Basarnas mendapati kapal bergeser sekitar 1,6 mil laut ke arah barat dari titik lokasi awal.

Perubahan posisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam operasi SAR. Kapal yang ditemukan dalam kondisi terbalik membuat proses pencarian di bagian dalam badan kapal tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Baca Juga: Gadai Emas hingga KUR Mikro, Holding Ultra Mikro Bawa Mur Dwi Astuti Sukses Jadi Petani di Merauke

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pergeseran posisi kapal diketahui dari perubahan datum atau titik lokasi keberadaan KM Virgo Transport 8. Pergerakan kapal disebut mengikuti arus di sekitar lokasi kecelakaan.

“Posisi datum atau titik letak dari kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran. Dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile (mil laut) ke arah barat dalam kondisi terbalik,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kedua kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikutip dari Antara.

Kondisi kapal yang kini berada dalam posisi tengkurap membuat upaya pencarian di dalam badan kapal memiliki risiko tinggi. Basarnas harus memperhitungkan kondisi lingkungan bawah laut sebelum memutuskan apakah penyelam dapat masuk ke dalam kapal.

Menurut Syafii, posisi terbalik dapat membahayakan penyelam ketika harus melakukan pencarian melalui bagian dalam kapal. Karena itu, operasi tidak akan dipaksakan apabila kondisi belum memenuhi persyaratan keselamatan.

“Kalau misalkan posisinya tengkurap pada saat tim penyelam itu masuk, tentunya memiliki risiko tersendiri dan operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan dan safety first, artinya jaminan aman,” ujarnya.

Baca Juga: Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Ini Rekam Jejak dan Kariernya

Selain posisi kapal, keberadaan sekat dan ruang kosong di dalam badan kapal juga menjadi persoalan yang harus diperhitungkan. Ruang-ruang tersebut memungkinkan kondisi kapal berubah mengikuti arus sehingga posisi badan kapal tidak selalu stabil.

Situasi itu membuat tim SAR perlu menentukan metode pencarian secara hati-hati. Setiap langkah yang dilakukan di sekitar badan kapal harus mempertimbangkan perubahan posisi kapal maupun kondisi ruang di dalamnya.

Basarnas juga tidak ingin memaksakan penyelaman dengan mengabaikan faktor keselamatan. Terlebih, kapal berada dalam posisi terbalik dan memiliki sejumlah ruang tertutup yang dapat menciptakan kondisi berbahaya bagi personel.

Syafii menjelaskan, pembukaan sekat tertentu di dalam kapal berpotensi menimbulkan perubahan tekanan. Kondisi tersebut dapat membahayakan penyelam apabila dilakukan tanpa perhitungan teknis yang matang.

“Begitu juga pada saat ada ruang-ruang di kapal yang kosong ini, kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka misalkan salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa, tentunya ini akan sangat membahayakan,” katanya.

Baca Juga: Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Diamond dan Bundle Groove Gratis Hari Ini

Karena itu, Basarnas akan melibatkan personel yang mempunyai pengalaman serta pendidikan khusus dalam menghadapi kondisi kapal tenggelam. Pembahasan tersebut akan menjadi bagian dari persiapan operasi SAR hari ketiga.

“Kita akan melaksanakan diskusi dan kita melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan, baik itu pengalaman atau pendidikan di kondisi-kondisi ini. Ini yang akan kita kembangkan,” ujar Syafii.

Basarnas juga membuka kemungkinan melakukan perubahan terhadap posisi KM Virgo Transport 8.

Upaya mengubah posisi kapal dari kondisi tengkurap menjadi posisi yang lebih memungkinkan untuk mendukung pencarian di bagian dalam masih dikaji secara teknis.

Opsi tersebut belum menjadi keputusan akhir. Basarnas harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum melakukan tindakan terhadap badan kapal, terutama risiko yang dapat muncul terhadap keselamatan penyelam dan personel SAR.

Perubahan posisi kapal menjadi perhatian penting karena titik lokasi kapal tidak lagi sama dengan koordinat awal setelah mengalami pergeseran. Dengan kondisi tersebut, pencarian harus terus menyesuaikan perkembangan situasi di lokasi kecelakaan.

Di sisi lain, operasi SAR masih berlanjut untuk menemukan seluruh korban KM Virgo Transport 8. Hingga Senin (14/9) pukul 22.00 Wita, sebanyak 114 korban telah ditemukan dari total 243 orang yang berada di kapal.

Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara enam korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Warga Tenggir Tewas di Warung Remang-Remang, Temuan Polisi Tak Ada Luka Kekerasan

Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan. Tim SAR masih melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban yang berada di sekitar lokasi kecelakaan.

Sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia yang jasadnya telah diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, korban meninggal dunia kedua dievakuasi ke Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru. Korban kemudian diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Satu korban selamat lainnya juga telah tiba di Lanud Syamsudin Noor. Korban tersebut dievakuasi dari lokasi kecelakaan menggunakan helikopter Basarnas.

Pada saat yang sama, 26 korban lainnya masih dalam proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti. Jumlah tersebut terdiri atas 22 korban selamat dan empat korban meninggal dunia.

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi setelah kapal yang membawa 243 penumpang tersebut dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa. Kapal sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Sejak laporan diterima, operasi pencarian dan pertolongan langsung dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur SAR.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
Surabaya Banjarmasin KM Virgo Transport 8 kecelakaan kapal kapal terbalik basarnas