RADARSITUBONDO.ID - Lima anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8 menghadapi situasi genting setelah kecelakaan terjadi di Laut Jawa, Minggu (13/9).
Mereka harus bertahan di tengah laut selama hampir sembilan jam sebelum akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh kapal tunda.
Dalam kondisi tanpa sekoci maupun rakit karet, lima ABK tersebut hanya mengandalkan satu benda yang berada di sekitar mereka. Benda itu merupakan tabung LPG kosong berukuran tiga kilogram.
Tabung tersebut digunakan sebagai pegangan agar mereka tetap bertahan di permukaan laut. Lima orang itu berusaha mempertahankan diri di tengah gelombang besar sambil menunggu pertolongan datang.
Baca Juga: Oppo Find X10 Segera Meluncur Global September, Ini Bocoran Warna dan Spesifikasinya
Salah seorang ABK, Akmal, mengungkapkan bagaimana dirinya bersama empat rekannya bertahan dalam kondisi tersebut. Mereka menggunakan satu tabung LPG kosong secara bersama-sama sebagai tumpuan.
“Kami lima orang pegang satu tabung LPG. Tabung LPG tiga kilo yang kosong,” kata Akmal dikutip dari Antara.
Akmal menjadi salah satu dari 22 korban selamat yang dievakuasi menggunakan Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin.
Proses evakuasi tersebut dilakukan dari KRI Nala yang berada di lokasi. Sebelum tiba di Pelabuhan Trisakti, Akmal dan korban selamat lainnya sempat beberapa kali berpindah kapal sejak diselamatkan.
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi sekitar pukul 01.00 WITA. Akmal bersama empat ABK lainnya kemudian berada di laut hingga akhirnya ditemukan kapal tunda sekitar pukul 10.00 WITA.
Artinya, mereka harus menghadapi kondisi di tengah laut selama hampir sembilan jam sebelum mendapatkan pertolongan.
Selama berada di perairan, kondisi yang mereka hadapi tidak mudah. Gelombang besar membuat kelima ABK harus terus mempertahankan pegangan pada tabung LPG yang digunakan sebagai alat bantu untuk tetap bertahan.
Akmal mengatakan, mereka tidak menemukan sekoci ataupun rakit karet ketika berada di tengah laut. Kondisi tersebut membuat tabung LPG kosong menjadi satu-satunya benda yang dapat digunakan sebagai pegangan.
Lima ABK itu kemudian bertahan bersama hingga kapal tunda datang. Mereka akhirnya diangkat dari perairan dan dibawa untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
“Saya kemudian melihat terdapat korban selamat dan meninggal dunia di atas kapal tunda, tetapi tidak mengetahui secara pasti kondisi para korban sebelum mereka dievakuasi dari laut,” ujarnya.
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Agenda Timnas Indonesia di FIFA Matchday November 2026
Keselamatan lima ABK tersebut menjadi bagian dari proses evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Setelah ditemukan, mereka kemudian menjalani proses pemindahan dari satu kapal ke kapal lainnya sebelum akhirnya tiba di Banjarmasin.
Akmal sendiri diketahui berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di KM Virgo Transport 8, dia bekerja sebagai petugas kebersihan.
Dia baru sekitar tiga bulan bekerja di kapal tersebut sebelum kecelakaan terjadi.
Pengalaman Akmal dan empat ABK lainnya menunjukkan beratnya situasi yang mereka hadapi setelah menyelamatkan diri dari kapal. Hampir sembilan jam di tengah laut, mereka bertahan dengan kondisi seadanya hingga pertolongan datang.
Satu tabung LPG kosong berukuran tiga kilogram menjadi pegangan bagi lima orang tersebut selama berada di tengah Laut Jawa. Mereka terus bertahan sampai akhirnya kapal tunda menemukan dan mengevakuasi mereka.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA