RADARSITUBONDO.ID - Basarnas mulai menyiapkan opsi operasi salvage untuk memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa.
Langkah tersebut disiapkan menyusul kendala cuaca yang membuat pencarian bawah air belum bisa dilakukan secara optimal.
Dalam persiapan tersebut, Basarnas melibatkan tim ahli dari Hong Kong, Amerika Serikat, serta tenaga ahli dari Indonesia. Tim akan lebih dulu melakukan observasi dan asesmen terhadap kondisi kapal sebelum menentukan metode penyelamatan yang akan digunakan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan hasil pengamatan terhadap kondisi kapal menjadi dasar untuk menentukan tahapan operasi. Termasuk kebutuhan sarana dan prasarana yang harus disiapkan di lapangan.
Menurut dia, tim ahli dari dalam dan luar negeri tidak langsung melakukan proses salvage. Mereka terlebih dahulu harus memastikan kondisi kapal serta situasi di sekitar lokasi kecelakaan.
Baca Juga: Kolaborasi Free Fire x Naruto Shippuden Hadirkan Akademi Ninja hingga Skill Baru
Tim tersebut akan menilai kemungkinan tindakan yang dapat dilakukan terhadap kapal yang kini berada dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
"Tim ahli dari luar negeri bersama tenaga ahli dalam negeri akan melakukan observasi dan asesmen terhadap kondisi kapal untuk menentukan langkah operasi serta kebutuhan sarana dan prasarana sebelum pelaksanaan salvage," kata Syafii, dikutip dari Antara.
Salvage menjadi salah satu opsi yang disiapkan Basarnas apabila pencarian bawah air tetap terkendala kondisi cuaca.
Operasi tersebut pada dasarnya merupakan rangkaian tindakan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, termasuk kapal yang tenggelam, terbalik, kandas, maupun mengalami kerusakan berat.
Dalam pelaksanaannya, salvage dapat mencakup pengamanan kapal, perubahan posisi kapal, pembukaan atau akses ke bagian tertentu kapal, hingga pencarian dan evakuasi korban. Setelah proses pencarian dan evakuasi dinilai selesai, kapal dapat dipindahkan atau ditarik dari lokasi kecelakaan.
Baca Juga: Dua Menteri Siap Orasi Ilmiah di Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy Sukorejo
Basarnas kini menyiapkan personel ahli untuk melakukan asesmen secara langsung. Sebagian tim telah berada di lokasi, sedangkan personel lainnya dijadwalkan tiba untuk melengkapi kebutuhan operasi.
"Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta. Beberapa personel sudah ada di tempat kita, namun juga ada tim untuk melengkapi masih baru hadir besok kira-kira jam 10.00 pagi," kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keempat kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu malam.
Setelah seluruh personel terkumpul, tim akan difasilitasi untuk melakukan observasi melalui udara. Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan dalam rapat koordinasi di Banjarmasin.
Rapat tersebut akan menentukan langkah berikutnya berdasarkan kondisi aktual kapal. Termasuk menentukan peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung operasi salvage maupun pencarian korban.
Kebutuhan peralatan tidak harus dipenuhi dari satu wilayah. Basarnas membuka kemungkinan mendatangkan sarana dan prasarana dari Surabaya, wilayah Kalimantan, hingga daerah lain apabila diperlukan.
Kondisi kapal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan metode yang digunakan. Basarnas tidak ingin menentukan teknik salvage sebelum mendapatkan gambaran lengkap mengenai posisi, kondisi, serta tingkat kerusakan kapal.
Salah satu skenario yang disiapkan adalah membalikkan posisi kapal menggunakan balon. Dengan posisi kapal yang memungkinkan untuk diakses, tim diharapkan dapat melakukan pencarian di bagian dalam kapal sekaligus mengevakuasi korban.
Baca Juga: Mediasi Sewa TKD Selomukti Buntu, Penyewa Klaim Kontrak Masih Berlaku hingga Akhir 2026
Namun, skenario tersebut masih bergantung pada hasil observasi dan asesmen tim ahli. Kondisi laut, posisi kapal, struktur kapal, serta faktor keselamatan personel akan menjadi pertimbangan sebelum tindakan dilakukan.
"Basarnas menyiapkan operasi salvage apabila pencarian bawah air belum dapat dilakukan akibat cuaca buruk di laut. Salah satu rencananya adalah membalikkan posisi kapal menggunakan balon agar tim dapat melakukan pencarian di dalam kapal sekaligus mengevakuasi korban," ujar Syafii.
Basarnas juga menegaskan bahwa fokus utama operasi saat ini tetap pencarian dan penyelamatan korban. Kapal baru akan ditarik setelah proses SAR diyakini selesai.
Penarikan kapal nantinya berkaitan dengan kebutuhan penyelidikan atau investigasi kecelakaan. Karena itu, tindakan terhadap kapal akan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan asesmen yang dilakukan tim ahli.
Durasi operasi salvage juga belum dapat dipastikan secara mutlak. Berdasarkan pengalaman dan pengetahuan tim ahli, proses tersebut dapat berlangsung sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar.
Baca Juga: SDN 3 Wonokoyo Diincar Jadi Lokasi KDMP, Desa Mengaku Tak Punya TKD
Namun, waktu pelaksanaan bisa berubah apabila ditemukan kendala di lapangan. Kondisi kapal maupun situasi bawah air yang belum diketahui sebelumnya dapat memengaruhi proses salvage.
"Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman tim ahli, proses salvage membutuhkan waktu sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar, tetapi durasinya dapat bertambah apabila tim menghadapi kesulitan atau kondisi lain yang belum diketahui," ujar Syafii.
Sementara itu, pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang.
Dalam perjalanan, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk. KM Virgo Transport 8 kemudian hilang kontak sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.
Memasuki hari keempat operasi SAR, Basarnas masih menghadapi tantangan dalam pencarian korban, terutama akibat kondisi cuaca dan medan pencarian di laut.
Hingga Rabu (16/9) pukul 22.00 WITA, sebanyak 114 korban telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dengan jumlah manifes sebanyak 243 orang, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan. Angka tersebut membuat pencarian terus menjadi fokus utama tim SAR.
Opsi salvage disiapkan untuk membuka kemungkinan pencarian di bagian kapal apabila kondisi laut belum memungkinkan bagi penyelaman atau pencarian bawah air secara langsung.
Keputusan mengenai pelaksanaan salvage tetap akan menunggu hasil observasi dan asesmen tim ahli. Basarnas selanjutnya akan menyesuaikan metode, personel, serta peralatan dengan kondisi kapal dan situasi di lokasi kecelakaan.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA