Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru di Selat Sunda Masuk Hari ke-10, Area Disisir 8.509 NM

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:49 WIB
Kasi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto memaparkan strategi pencarian rombongan jurnalis-kru KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di wilayah Gunung Anak Krakatau, Kamis (17/9/2026) (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)
Kasi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto memaparkan strategi pencarian rombongan jurnalis-kru KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di wilayah Gunung Anak Krakatau, Kamis (17/9/2026) (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

 

RADARSITUBONDO.ID - Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari ke-10, Kamis (17/9).

Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan wilayah penyisiran pada hari sebelumnya.

Pada hari ke-10 operasi, area pencarian diperluas menjadi 8.509 nautical mile (NM) persegi. Perluasan tersebut dilakukan untuk memperbesar cakupan penyisiran terhadap kemungkinan keberadaan objek pencarian.

Sehari sebelumnya, Rabu (16/9), area pencarian masih mencakup 3.439 NM persegi. Dengan perluasan tersebut, tim SAR kini membagi wilayah operasi ke dalam 10 sektor utama yang tersebar di sejumlah perairan di sekitar Selat Sunda hingga kawasan Samudra Hindia.

Baca Juga: Basarnas Siapkan Operasi Salvage KM Virgo Transport 8, Libatkan Ahli Hong Kong dan AS

Kasi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan, perluasan wilayah pencarian dilakukan dengan melibatkan puluhan kapal dari unsur SAR gabungan. Kapal-kapal tersebut disebar ke masing-masing sektor untuk memperluas jangkauan penyisiran.

"Diperluas hingga 8.509 NM persegi dengan menyiagakan total 24 unit kapal gabungan di 10 sektor," kata dia, sebagaimana dikutip dari Antara.

Total 24 unit kapal dikerahkan dalam operasi pencarian hari ke-10. Armada tersebut terdiri atas empat KN SAR milik Basarnas yang berasal dari Banten, Lampung, Jakarta, dan Bengkulu.

Selain itu, operasi melibatkan tiga unit RIB, lima KRI, dua KAL, serta satu RBB milik TNI AL. Delapan kapal Polairud dan satu kapal patroli KPLP juga turut memperkuat pencarian.

Sebanyak 523 personel SAR gabungan diterjunkan untuk mendukung operasi tersebut. Mereka melakukan penyisiran sesuai pembagian sektor yang telah ditetapkan.

Sektor C menjadi wilayah dengan cakupan paling luas. Area ini mencapai 3.380 NM persegi dan disisir oleh KRI Leuser serta KRI Dewa Kembar.

Penyisiran di sektor tersebut bergerak hingga memasuki perairan Samudra Hindia. Rute pencarian membentang dari sebelah barat Pulau Belimbing menuju arah selatan Pulau Enggano, Bengkulu.

Baca Juga: Dua Menteri Siap Orasi Ilmiah di Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy Sukorejo

Sementara itu, Sektor A memiliki luas 1.156 NM persegi. Wilayah tersebut berada di perairan barat Sumatera dan dikawal KN 213 Bengkulu.

Sektor B mencakup 494 NM persegi. Penyisiran dilakukan RIB 020 dengan rute memutari Pulau Enggano.

Pergerakan tim juga mencakup wilayah barat laut Pulau Panaitan. Di kawasan tersebut, Sektor D dengan luas 637 NM persegi disisir KRI Teluk Gilimanuk bersama KN SAR Antasena hingga menuju pintu Samudra Hindia ke arah barat laut.

Pencarian kemudian berlanjut ke sejumlah wilayah perairan Lampung. Sektor E seluas 542 NM persegi disisir KRI Kerambit di kawasan selatan Teluk Semangka.

Berikutnya, Sektor F mencakup area 484 NM persegi. Wilayah tersebut disisir KN SAR Basudewa dengan rute mengitari Pulau Tabuan.

Di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi, pencarian dilakukan di Sektor G yang memiliki luas 316 NM persegi. Wilayah tersebut dikawal RIB 02 Lampung, KRI Lepu, serta KAL Pahawang.

Wilayah Banten juga menjadi bagian penting dari operasi pencarian. Sektor H memiliki luas 589 NM persegi dan disisir KN SAR Tetuka bersama lima kapal lainnya.

Penyisiran di sektor tersebut mencakup wilayah selatan Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Panaitan. Sementara Sektor I memiliki cakupan 397 NM persegi dengan area pencarian mulai pesisir Anyer, Carita, hingga Sumur.

Adapun Sektor J menjadi wilayah dengan cakupan paling kecil, yakni 114 NM persegi. Area tersebut meliputi perairan Anyer hingga Merak.

Pencarian tidak hanya dilakukan dengan mengandalkan penyisiran kapal di laut. Tim SAR gabungan juga memperkuat pemantauan terhadap kapal-kapal yang melintas di sekitar wilayah pencarian.

Baca Juga: Dua Menteri Siap Orasi Ilmiah di Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy Sukorejo

Koordinasi dilakukan dengan pihak terkait untuk mengencangkan pemantauan melalui e-broadcast kepada seluruh kapal yang melintasi perairan Selat Sunda.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperoleh informasi apabila terdapat temuan yang berkaitan dengan objek pencarian.

Namun, operasi pencarian tetap menghadapi faktor alam. Kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau dan cuaca di perairan Selat Sunda menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan penyisiran.

Rizky mengatakan kondisi tersebut menjadi bagian yang harus diperhatikan selama operasi berlangsung. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Selat Sunda masih fluktuatif.

Cuaca pada Kamis (17/9) diperkirakan berawan. Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 3,5 meter, sedangkan kecepatan angin diperkirakan mencapai 10 hingga 20 knot.

Di sisi lain, kondisi Gunung Anak Krakatau juga menjadi perhatian tim SAR. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan gunung tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.

Status tersebut disertai aktivitas gempa vulkanik dangkal. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang turut diperhitungkan dalam pelaksanaan operasi pencarian di sekitar wilayah Selat Sunda.

Pembagian wilayah menjadi 10 sektor dilakukan untuk memperluas cakupan penyisiran. Tim SAR tidak menetapkan satu titik khusus sebagai lokasi pencarian karena objek yang dicari berkaitan dengan kemungkinan pergeseran kapal maupun posisi orang di atas kapal.

"Seluruh area yang kami bagi di dalam 10 sektor itu masuk di dalam wilayah pergeseran kapal ataupun person on board (POB) yang kita cari, jadi tidak ada titik khusus. Berharap cuaca akan mendukung," kata dia.

Dengan cakupan pencarian yang kini mencapai 8.509 NM persegi, operasi hari ke-10 melibatkan armada dan personel dari sejumlah unsur.

Penyisiran dilakukan secara terpadu di perairan Banten, Lampung, barat Sumatera, hingga wilayah yang mengarah ke Samudra Hindia.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
Gunung Anak Krakatau pencarian Selat Sunda 5 jurnalis hilang basarnas sar