Tol Jember-Bondowoso-Situbondo Masih Dikaji, Trase 65 Kilometer Jadi Proyeksi

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 09:52 WIB
Gus Fawait mengungkap rencana tol melewati Jember dan tersambung ke Bondowoso-Situbondo. Akses, investasi, logistik, dan ekonomi berpeluang tumbuh. (Instagram @dinas_kominfo_kab_jember)
Gus Fawait mengungkap rencana tol melewati Jember dan tersambung ke Bondowoso-Situbondo. Akses, investasi, logistik, dan ekonomi berpeluang tumbuh. (Instagram @dinas_kominfo_kab_jember)

 

RADARSITUBONDO.ID - Rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Situbondo, Bondowoso hingga Jember belum sampai pada tahap pembangunan fisik. Pemerintah masih mengkaji trase sekaligus kelayakan konektivitas yang diusulkan.

Pembahasan jalur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas Jawa Timur bagian timur.

Salah satu dorongan yang muncul adalah agar jalur baru nantinya mampu menghubungkan kawasan tengah dan selatan Jember dengan koridor utara Jawa Timur.

Konektivitas tersebut juga diarahkan agar dapat terintegrasi dengan pengembangan Tol Probolinggo-Banyuwangi atau Tol Probowangi.

Jika terwujud, jaringan itu berpotensi memberikan akses baru bagi pergerakan masyarakat dan distribusi barang dari wilayah Jember menuju kawasan utara Jawa Timur.

Baca Juga: Dua Kiper Timnas Indonesia Tampil Positif, Maarten Paes dan Emil Audero Berebut Kepercayaan John Her

Namun, rencana tersebut masih berada pada tahap awal. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat masih melakukan kajian, pembahasan trase serta penjajakan dukungan dalam proses perencanaan.

Pemkab Jember sebelumnya telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Jember dengan Situbondo.

Pembahasan itu menjadi salah satu langkah untuk melihat kemungkinan konektivitas baru antarwilayah.

Pemkab Jember juga disebut melakukan komunikasi dengan Bappenas. Salah satu yang didorong adalah kemungkinan jalur dari Situbondo diarahkan melewati Bondowoso sebelum masuk ke wilayah Jember.

Langkah tersebut menunjukkan upaya Jember untuk mendapatkan posisi dalam pengembangan jaringan jalan tol di Jawa Timur. Selama ini, pembahasan Tol Probowangi lebih banyak dikenal melalui koridor utara.

Rencana koneksi menuju Bondowoso dan Jember kemudian membuka kemungkinan terbentuknya jaringan yang menghubungkan kawasan utara dengan pusat aktivitas ekonomi di wilayah tengah dan selatan.

Jika jaringan tersebut nantinya terealisasi, fungsi tol tidak hanya berkaitan dengan perjalanan antarkota. Infrastruktur itu juga dapat mendukung distribusi komoditas, pergerakan logistik, aktivitas investasi hingga mobilitas masyarakat.

Baca Juga: 12 Kode Redeem Free Fire Terbaru 18 September 2026, Segera Klaim Hadiahnya

Trase Sekitar 65 Kilometer Masih Menjadi Proyeksi

Dalam sejumlah pembahasan awal, lintasan yang menghubungkan kawasan Jember dan Bondowoso menuju koridor Situbondo diproyeksikan memiliki panjang sekitar 65 kilometer pada wilayah yang sedang dikaji.

Sejumlah wilayah di Bondowoso juga masuk dalam pembahasan mengenai kemungkinan trase.

Meski demikian, angka sekitar 65 kilometer tersebut belum bisa dianggap sebagai panjang final jalan tol. Jalur yang akan digunakan masih membutuhkan berbagai kajian sebelum dapat ditetapkan.

Kajian tersebut mencakup aspek teknis, ekonomi, lingkungan, tata ruang hingga persoalan pembebasan lahan. Dengan begitu, perubahan terhadap jalur yang saat ini dibicarakan masih sangat mungkin terjadi.

Hal ini menjadi penting bagi masyarakat yang berada di kawasan potensial trase. Terutama pemilik lahan yang nantinya mungkin terdampak apabila jalur telah ditetapkan.

Pemerintah perlu memastikan trase yang dipilih bukan hanya memungkinkan untuk dibangun secara teknis. Jalur tersebut juga harus memiliki manfaat ekonomi dan konektivitas yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

Baca Juga: Karim Benzema Ditolak Bayer Leverkusen, Masa Depan di Eropa Makin Tak Pasti

Jember-Bondowoso Masih Mengandalkan Jalur Darat Eksisting

Sebelum rencana tol terealisasi, mobilitas Jember menuju Bondowoso masih bertumpu pada jaringan jalan yang sudah ada.

Salah satu koridor yang digunakan melewati kawasan Jelbuk dan Maesan sebelum memasuki wilayah Bondowoso.

Jarak Jember-Bondowoso berada di kisaran 35 hingga 40 kilometer, bergantung pada titik awal dan tujuan perjalanan. Dalam kondisi lalu lintas lancar, perjalanan umumnya membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam.

Karakter perjalanan tersebut tentu berbeda dengan menggunakan jalan bebas hambatan. Kendaraan masih berhadapan langsung dengan aktivitas masyarakat, pusat perdagangan, persimpangan serta kondisi geografis sepanjang perjalanan.

Pada kondisi tertentu, pengendara juga dapat memilih jalur alternatif lokal untuk menghindari kepadatan di sejumlah titik.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran kebutuhan konektivitas baru ketika aktivitas ekonomi dan mobilitas kendaraan terus berkembang.

Baca Juga: 214 Mahasiswa FEB UNARS Situbondo Di-yudisium, Lulusan Didorong Jadi Pencipta Kerja

Tantangan Geografis Jalur Bondowoso-Situbondo

Kondisi berbeda terlihat pada perjalanan dari Bondowoso menuju Situbondo. Salah satu koridor yang dikenal adalah jalur Wringin-Arak-Arak.

Kawasan tersebut memiliki karakter geografis berupa perbukitan. Jalan yang dilalui kendaraan terdiri atas tanjakan, turunan dan tikungan yang membuat perjalanan membutuhkan perhatian lebih dari pengendara.

Arak-Arak juga dikenal dengan pemandangan alamnya. Namun, karakter medan tersebut sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi mobilitas kendaraan, terutama kendaraan berukuran besar dan angkutan logistik.

Dalam kondisi tertentu, jalur tersebut juga dapat menjadi bagian dari rute pengalihan lalu lintas.

Kondisi geografis seperti itu menjadi salah satu konteks yang perlu diperhitungkan ketika pemerintah mengkaji konektivitas baru antara Jember, Bondowoso dan Situbondo.

Tol yang direncanakan nantinya diharapkan tidak hanya membuat perjalanan lebih singkat dari sisi waktu. Jalur tersebut juga diharapkan mampu menyediakan konektivitas yang lebih efisien bagi pergerakan orang maupun barang.

Baca Juga: Hutan Lindung Jadi Lahan Tembakau, Kinerja Perhutani Dipertanyakan

Dampak Tol Tak Hanya Soal Waktu Tempuh

Pembahasan mengenai Tol Situbondo-Bondowoso-Jember tidak berhenti pada persoalan perjalanan. Jika suatu saat terealisasi, keberadaan jalur baru tersebut berpotensi berkaitan dengan aktivitas ekonomi di tiga kabupaten.

Jember memiliki aktivitas pertanian dan perdagangan yang besar. Bondowoso juga memiliki komoditas pertanian serta kegiatan ekonomi berbasis kawasan.

Sementara itu, Situbondo berada di jalur pantura yang memiliki peran penting dalam pergerakan barang di Jawa Timur.

Konektivitas ketiga wilayah tersebut dapat membuka jalur distribusi yang lebih terintegrasi. Produk dari kawasan selatan dan tengah Jawa Timur memiliki peluang mendapatkan akses menuju koridor utara dengan waktu perjalanan yang lebih efisien.

Potensi lain berada pada sektor pariwisata. Jember, Bondowoso dan Situbondo memiliki karakter destinasi yang berbeda.

Konektivitas yang semakin baik dapat memudahkan wisatawan melakukan perjalanan lintas kabupaten. Pergerakan wisatawan pun tidak harus berhenti di satu daerah, tetapi dapat terhubung dengan sejumlah destinasi dalam satu kawasan.

Sektor investasi juga menjadi bagian yang dapat terdampak oleh pengembangan infrastruktur transportasi. Akses jalan merupakan salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam pengembangan kegiatan usaha dan distribusi.

Kawasan yang sebelumnya berada di luar koridor utama dapat memperoleh akses menuju pasar yang lebih luas apabila didukung jaringan transportasi yang memadai.

Karena itu, keberadaan tol nantinya tidak cukup hanya dilihat dari seberapa cepat kendaraan berpindah dari satu daerah ke daerah lain.

Titik Akses Jadi Bagian Penting Perencanaan

Pembangunan jalan tol bukan semata-mata persoalan membangun badan jalan. Penentuan trase dan lokasi akses menjadi bagian penting yang dapat menentukan seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat.

Akses yang terlalu jauh dari pusat aktivitas ekonomi berpotensi membuat manfaat jalan tol tidak maksimal bagi kawasan sekitar.

Sebaliknya, penempatan akses yang mempertimbangkan kebutuhan wilayah dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.

Sentra pertanian, kawasan perdagangan, UMKM, kegiatan industri hingga destinasi wisata menjadi sejumlah aktivitas yang perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan.

Dengan perencanaan tersebut, jalan tol tidak hanya menjadi jalur cepat yang menghubungkan tiga kabupaten. Infrastruktur itu dapat menjadi bagian dari jaringan ekonomi baru di Jawa Timur bagian timur.

Namun, seluruh potensi tersebut masih bergantung pada hasil kajian dan keputusan pemerintah mengenai trase serta kelanjutan proyek.

Baca Juga: Upah Tak Kunjung Cair, Korban Kontraktor KDMP Akan Datangi Kodim Situbondo

Masih Tahap Kajian, Belum Ada Trase Final

Masyarakat juga perlu memahami posisi rencana Tol Situbondo-Bondowoso-Jember saat ini. Proyek tersebut belum memasuki tahap konstruksi.

Berbagai jalur yang muncul dalam pembahasan masih merupakan bagian dari proses perencanaan. Karena itu, trase sekitar 65 kilometer yang disebut dalam pembahasan awal belum dapat dianggap sebagai jalur final.

Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum pembangunan fisik dapat dilakukan.

Kajian kelayakan, penetapan trase, kesesuaian tata ruang, aspek lingkungan, skema pembiayaan hingga proses pengadaan atau pembebasan lahan menjadi bagian yang harus diperhitungkan.

Artinya, perkembangan rencana tersebut masih memungkinkan mengalami perubahan. Jalur yang dibahas saat ini belum otomatis menjadi jalur yang akan dibangun.

Meski demikian, pembahasan konektivitas Jember, Bondowoso dan Situbondo menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperkuat hubungan antarwilayah di bagian timur Jawa Timur.

Apabila nantinya rencana tersebut mendapatkan kepastian dan dapat terintegrasi dengan Tol Probolinggo-Banyuwangi, jaringan baru itu berpotensi mengubah pola konektivitas tiga kabupaten.

Dampaknya bukan hanya pada perjalanan. Jalur tersebut juga berpotensi memperkuat distribusi barang, membuka akses menuju kawasan ekonomi, mendukung pariwisata dan memperluas mobilitas masyarakat.

Tetapi untuk sampai pada tahap tersebut, perjalanan proyek masih panjang. Saat ini, pemerintah masih berada pada tahap mengkaji trase dan memastikan kelayakan rencana sebelum berbicara lebih jauh mengenai pembangunan fisik.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : Radar Banyuwangi
tol Situbondo Bondowoso Jember tol prosiwangi