RADARSITUBONDO.ID - Kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi diproyeksikan masih bisa memperkuat TNI Angkatan Laut (TNI AL) hingga 15 sampai 20 tahun mendatang.
Kepastian itu disampaikan Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali setelah meninjau langsung kapal tersebut di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Giuseppe Garibaldi menjadi perhatian karena kapal eks Angkatan Laut Italia itu diproyeksikan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia.
Meski demikian, usia kapal menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan sebelum digunakan dalam operasional TNI AL.
Baca Juga: Harga Lebih Mahal dari Jersey Utama, Ini Filosofi Jersey Third Timnas Indonesia
Muhammad Ali menyebut usia kapal saat ini sudah mencapai 41 tahun. Karena itu, diperlukan sejumlah langkah untuk memperpanjang masa pakainya sekaligus menyesuaikan kemampuan kapal dengan kebutuhan TNI AL.
"Mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh Angkatan Laut oleh TNI Angkatan Laut mungkin 15 sampai 20 tahun lagi," kata Ali dikutip dari Antara.
Menurut Ali, usia kapal yang sudah tergolong tua membuat proses modernisasi menjadi bagian penting dalam rencana penggunaannya oleh TNI AL.
Modernisasi tersebut akan dilakukan melalui retrofit terhadap mesin dan berbagai teknologi yang terdapat di dalam kapal.
Retrofit tidak hanya diarahkan untuk memperpanjang usia operasional Giuseppe Garibaldi. TNI AL juga akan menyesuaikan sejumlah kemampuan kapal dengan kebutuhan operasi militer Indonesia.
Penyesuaian itu menjadi penting karena kapal tersebut sebelumnya digunakan oleh Angkatan Laut Italia dengan kebutuhan dan lingkungan operasi yang berbeda.
Setelah masuk dalam rencana penggunaan TNI AL, kemampuan kapal akan diselaraskan dengan karakteristik operasi di wilayah Indonesia.
"Jadi, kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu," ucap Ali.
Baca Juga: Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
Kondisi laut tropis Indonesia menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penyesuaian tersebut.
Teknologi dan perangkat yang dinilai masih relevan akan dipertahankan, sementara kebutuhan lain yang berkaitan dengan operasional TNI AL akan disesuaikan melalui proses modernisasi.
Pengerjaan retrofit juga tidak akan sepenuhnya dilakukan oleh pihak asing. Ali memastikan proses tersebut melibatkan industri pertahanan dalam negeri, yakni PT PAL.
Di sisi lain, pihak pembuat Giuseppe Garibaldi, Fincantieri dari Italia, juga akan terlibat dalam proses tersebut. Keterlibatan dua pihak itu diharapkan dapat mendukung proses modernisasi kapal sesuai kebutuhan yang telah ditentukan TNI AL.
Rencana penggunaan Giuseppe Garibaldi sebelumnya juga mendapat perhatian dari Co-Founder Jakarta Defence Society (JDS) Ade P. Marboen. Dia menilai rencana pengadaan kapal induk ringan tersebut dapat memperkuat kemampuan maritim Indonesia.
Baca Juga: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Segera Jadi KRI Sriwijaya, Serah Terima 24 September 2026
Namun, Marboen mengingatkan bahwa usia kapal harus menjadi salah satu pertimbangan utama. Giuseppe Garibaldi merupakan kapal yang telah lama digunakan oleh Angkatan Laut Italia sebelum masuk dalam rencana pengadaan Indonesia.
Kapal tersebut sebelumnya dijadwalkan memasuki masa pensiun pada 1 Oktober 2024 setelah digunakan Angkatan Laut Italia.
Karena itu, menurut Marboen, rencana memperpanjang masa operasional kapal harus diikuti dengan perhatian terhadap kondisi dan kualitas kapal.
Fincantieri sebagai galangan kapal disebut akan melakukan perbaikan agar Giuseppe Garibaldi dapat kembali digunakan dalam jangka waktu 15 sampai 20 tahun.
Meski demikian, Marboen menilai pemerintah tetap perlu menghitung kebutuhan pengoperasian dan pemeliharaan kapal dalam jangka panjang.
"Dengan masa pakai 15-20 tahun, berarti 3-4 periode kepresidenan sehingga siapapun yang menjadi presiden harus memegang komitmen keras menyediakan anggaran operasional, pemeliharaan dan perawatan yang cukup," kata Marboen.
Baca Juga: Tiket Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Link, Harga, dan Cara Belinya
Pernyataan tersebut menyoroti bahwa keberadaan kapal induk bukan hanya berkaitan dengan proses pengadaan. Pengoperasian kapal dalam jangka panjang juga membutuhkan dukungan anggaran untuk operasional, pemeliharaan, serta perawatan.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting karena Giuseppe Garibaldi merupakan kapal yang telah berusia puluhan tahun.
Retrofit menjadi salah satu upaya untuk memperpanjang masa penggunaan, tetapi keberlanjutan operasional tetap membutuhkan dukungan pemeliharaan secara konsisten.
Bagi TNI AL, kehadiran Giuseppe Garibaldi juga berkaitan dengan peningkatan kemampuan proyeksi kekuatan. Kapal induk dapat menjadi salah satu platform untuk mendukung operasi di wilayah maritim yang luas.
Marboen juga melihat pengadaan kapal tersebut memiliki kaitan dengan peningkatan interoperabilitas tiga matra TNI. Penggunaan kapal induk dapat menjadi bagian dari pengembangan kemampuan operasi terpadu antara unsur-unsur kekuatan TNI.
"Akhir kata, pengadaan (bekas) kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi dapat meningkatkan kapabilitas TNI AL dalam hal proyeksi kekuatan dan sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas trimatra terpadu," ujar dia melanjutkan.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA