RADARSITUBONDO.ID - Proses evakuasi korban Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam masih menghadapi kendala. Kondisi badan kapal yang berada di bawah laut masih labil sehingga tim penyelam harus berhati-hati saat berupaya menjangkau korban.
Situasi tersebut membuat penyelam dari Basarnas, TNI AL, maupun potensi SAR lainnya tidak berani masuk terlalu jauh ke dalam badan kapal. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap upaya evakuasi.
Kasubbag Umum Basarnas Banjarmasin Budiono mengatakan, kondisi badan kapal yang belum stabil membuat penyelaman ke bagian dalam memiliki risiko tinggi.
"Sangat berisiko bagi penyelam masuk ke dalam badan kapal," kata Budiono dikutip dari Antara.
Baca Juga: Timnas Indonesia Vs Malaysia Imbang, John Herdman Akui Strategi Menyerang dengan 10 Pemain Perlu Dib
Karena itu, proses evakuasi untuk sementara dilakukan dengan menjangkau korban yang masih dapat diakses dari bagian luar badan kapal. Tim SAR tidak memaksakan penyelaman terlalu jauh apabila kondisi dinilai membahayakan keselamatan petugas.
Langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi SAR. Sebab, proses evakuasi tidak hanya melibatkan Basarnas, tetapi juga TNI AL dan potensi SAR lainnya.
Meski menghadapi kondisi tersebut, tim gabungan tetap berupaya memaksimalkan proses pencarian dan evakuasi. Berbagai cara dilakukan untuk menjangkau korban yang masih berada di dalam kapal.
Salah satunya dengan memecahkan bagian kaca jendela kapal. Cara itu dilakukan agar penyelam bisa mendapatkan akses menuju korban yang terjebak di dalam badan kapal.
"Seperti memecahkan kaca jendela kapal juga sudah dilakukan demi bisa menjangkau korban yang terjebak di dalam," jelasnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pencarian yang terus dilakukan tim SAR gabungan. Petugas masih berusaha menemukan korban yang belum berhasil dievakuasi dengan tetap memperhitungkan kondisi di bawah laut.
Baca Juga: Cegah Kebakaran Meluas, TN Baluran Perkuat SOP dan Koordinasi Lintas Sektor
Budiono juga meminta dukungan doa dari masyarakat untuk kelancaran operasi SAR Kapal Virgo. Menurutnya, keselamatan dan kondisi fisik para petugas menjadi hal penting selama proses evakuasi berlangsung.
"Semoga kita semua petugas di lapangan diberikan kekuatan dan kesehatan demi misi kemanusiaan ini dengan harapan seluruh korban terevakuasi," tambahnya.
Berdasarkan laporan Basarnas, Kapal Virgo mengangkut 243 penumpang dan kru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 179 orang telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat. Sementara 71 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan demikian, masih terdapat 64 orang yang belum ditemukan. Proses pencarian terhadap para korban tersebut masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kondisi badan Kapal Virgo Transport 8 yang masih labil menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian. Tim penyelam harus membagi antara upaya menjangkau korban dan memastikan keselamatan personel yang berada di bawah laut.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA