RADARSITUBONDO.ID - Cedera yang dialami penjaga gawang Muhammad Riyandi saat pertandingan antara Persis Solo melawan Bali United sempat menimbulkan kekhawatiran.
Insiden benturan yang terjadi di lapangan membuat sang kiper harus segera mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke rumah sakit.
Dokter tim Persis Solo, dr. Iwan Wahyu Utomo, memberikan penjelasan mengenai kondisi terkini pemain berusia 26 tahun tersebut.
Ia menyampaikan bahwa setelah kejadian pada laga yang berlangsung Kamis malam (12/3), tim medis memutuskan untuk segera membawa Riyandi ke rumah sakit untuk memastikan tidak ada cedera serius, khususnya di bagian kepala.
Baca Juga: Two Guns Lerena Kembali Hadapi Merhy, Pertaruhkan Gelar WBC
Menurut dr. Iwan, benturan yang dialami Riyandi terjadi ketika sang kiper berusaha mengamankan bola. Dalam situasi tersebut terjadi tabrakan yang menyebabkan dirinya terjatuh dan mengalami benturan pada kepala serta bagian leher.
Setelah menjalani pemeriksaan awal, Riyandi kemudian dirawat di Rumah Sakit JIH untuk observasi lebih lanjut. Tim medis menyampaikan adanya kemungkinan cedera kepala sehingga diperlukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan kondisinya.
“Untuk update kondisi Riyandi, tadi dia mengalami cedera kepala karena terjatuh sehingga sempat ada sedikit benturan di tekukan leher. Saat ini dia berada di rumah sakit JIH, kondisinya sadar dan sudah bisa berjalan,” jelas dr. Iwan.
Meski sempat membuat khawatir, kondisi Riyandi saat ini berangsur membaik. Ia bahkan sudah dapat beraktivitas ringan dan berinteraksi dengan tim medis maupun rekan-rekannya.
Namun demikian, prosedur medis tetap harus dijalankan. Tim dokter masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen yang dilakukan pada bagian leher untuk memastikan tidak ada gangguan seperti dislokasi atau cedera lain yang lebih serius.
"Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan rontgen leher untuk mengetahui apakah ada kelainan, dislokasi atau hal lain. Dia sudah bisa jalan-jalan, bahkan bisa tertawa. Jadi secara umum sudah aman, tapi sesuai prosedur rumah sakit kami tetap menunggu hasil rontgen," ujar dr. Iwan.
Ia menambahkan bahwa jika nantinya muncul keluhan lanjutan seperti pusing atau pembengkakan, maka pemain tersebut harus segera melaporkan kepada tim medis agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Selain itu, kemungkinan rawat inap juga masih terbuka apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi yang memerlukan observasi lebih intensif.
"Prosedurnya memang harus menunggu hasil rontgen terlebih dahulu. Jika ada bengkak atau pusing, dia harus segera melapor ke tim medis. Jika diperlukan, dia juga harus menjalani opname," imbuhnya.
Dalam pertandingan tersebut, Riyandi tidak dapat melanjutkan permainan setelah insiden benturan terjadi. Ia kemudian ditarik keluar dari lapangan dan digantikan oleh pemain lain demi memastikan keselamatannya.
Sepanjang musim kompetisi Super League tahun ini, kiper yang pernah memperkuat Barito Putera tersebut telah menjadi salah satu pilar penting bagi Persis Solo. Ia tercatat tampil dalam 17 pertandingan dan berhasil mencatatkan empat kali clean sheet.
Baca Juga: Cek Fakta FIFA Umumkan Indonesia Gantikan Meksiko sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Total waktu bermain Riyandi musim ini mencapai 1.481 menit, menampilkan penampilan yang cukup vital di bawah mistar gawang Persis Solo. Kontribusi tersebut menjadikannya salah satu pemain yang konsisten dipercaya oleh tim pelatih.
Kini, fokus utama tim adalah memastikan kondisi kesehatan Riyandi benar-benar pulih sebelum kembali merumput. Persis Solo juga menegaskan bahwa keselamatan pemain menjadi prioritas utama dalam setiap situasi.
Dengan kondisi yang terus membaik, harapan besar muncul agar Riyandi dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali memperkuat lini pertahanan Persis Solo pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Editor : Agung Sedana