RadarSitubondo.id – Even Sport Tourism Situbondo Rengganis Rice and Challenge yang digelar Pemkab Situbondo, Minggu (29/10), berlangsung meriah.
Rutenya menantang. Jalur yang dilintasi cukup memacu adrenalin para atlet. Ditambah cuaca panas ekstrem. Namun, mereka berhasil melaluinya hingga tiba di garis finish.
Garis Start Sport Tourism Situbondo Rengganis Rice and Challenge dimulai di halaman pendapa Aryo Situbondo.
Dari tempat ini, para atlet yang datang dari berbagai daerah di Indonesia serta dari luar negeri, itu menuju Desa Olean, Kecamatan Kota; Desa/Kecamatan Mangaran; Desa Gelung, Kecamatan Panarukan serta wisata Pantai Pathek.
Mereka juga melawati beberapa spot wisata seperti Kampung Kerapu, Pasir Putih dan Pantai Bletok. Finishnya di Kecamatan Sumbermalang.
Salah satu atlet sepeda asal Kalimantan, Zulhikam mengatakan, puluhan kilometer rute yang dilintasinya cukup menguras tenaga. Kondisi jalan tidak selalu datar, akan tetapi banyak juga yang menanjak.
“Rute yang dilintasi memang menarik, namun melelahkan. Salah satu kendalanya adalah cuaca panas yang menyengat membuat cepat lelah,” ujarnya, Minggu (29/10).
Zulhikam mengaku, meski rutenya menantang, namun para peserta Sport Tourism Situbondo Rengganis Rice and Challenge bisa terhibur saat melewati spot-spot wisata.
“Apalagi ketika melintas di jalur pantura, kita dipertontonkan dengan pantai yang panjang membentang, ini sangat menarik,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengatakan, Event Sport Tourism Situbondo Rengganis Rice and Challenge yang digelar Pemkab Situbondo merupakan yang perdana.
Namun, tercatat ada ratusan atlit dari beberapa provinsi di Indonesia dan empat orang atlet lainnya berasal dari luar negeri yang ikut serta.
“Ini ada empat atlet sepeda dari negara Rusia dan Belanda. Ada juga yang berasal dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali dan Kalimantan Barat. Total ada 205 atlit,” ucap pria yang akrab disapa Bung Karna itu.
Bung Karna menambahkan, meski baru pertama kali digelar di Kabupaten Situbondo, namun peminatnya sudah banyak.
“Itu artinya Situbondo memiliki daya tarik tersendiri. Maka tahun depan, event yang sama akan digelar. Rute yang dilintasi jauh lebih panjang dari rute yang ada saat ini,” ungkap pria asal Kecamatan Arjasa itu.
Dijelaskan, Sport Tourism Situbondo Rengganis Rice and Challenge digelar tidak hanya untuk memajukan dunia olahraga. Tapi, juga upaya promosi terhadap sejumlah spot wisata yang di Kota Santri. Sehingga nantinya dapat menarik wisatawan.
“Dengan begitu Situbondo bisa lebih dikenal, terutama tempat wisata yang tidak kalah menarik. Sehingga nanti bisa mendatangkan wisatawan,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin