RadarSitubondo.id – Pertandingan tim sepak bola PMS melawan Putra Situbondo sempat menuai protes, Minggu (26/5) lalu.
Sebab, tim PMS diduga tidak sportif lantaran memasukkan pemain yang tidak memenuhi kriteria umur dalam even pembinaan usia muda U-13 dan U-15 PSSI Situbondo Piala Bupati Cup I tersebut.
Ketua SSB Asembagus, Yuswan menceritakan, dirinya tidak sengaja mengetahui ada dua pemain dari tim PMS yang melebihi batas usia.
Saat itu dirinya sedang duduk santai menonton kedua tim bertanding. Lalu, temuan itu dirinya laporkan kepada tim Putra Situbondo untuk mengajukan keberatan pada panitia.
“Kebetulan di PMS itu ada dua anak yang teman-teman dari Putra Buana tahu kalau anak itu kelahiran 2005 dan yang satunya 2008,” ujarnya, Selasa (28/5).
Yuswan menyatakan, saat Putra Situbondo mempertanyakan identitas kedua pemain dari tim PMS tidak tersedia. Panitia pun kesulitan menunjukkan identitas tersebut saat diminta oleh tim Putra Situbondo.
“Saya cuman menyampaikan kepada putra Situbondo supaya minta data diri diserahkan waktu screening. Namun PMS itu tidak bisa mengeluarkan bukti identitas diri kedua pemain tersebut,” jelasnya.
Dikatakan, identitas diri seharusnya sudah dipersiapkan sebelum pertandingan. Itu lengkap dari semua pemain dari seluruh tim. Sehingga ketika dibutuhkan tidak kesulitan untuk mencarinya.
“Padahal identitas itu penting bagi para peserta sebelum bertanding. Dan lagi, kasus ini terjadi disebabkan karena panitia Askab PSSI hanya melakukan screening satu kali. Sehingga ada potensi pencurian umur,” ucapnya.
Yuswan menambahkan, dirinya tidak ingin ada tim yang bermain curang. Harapannya liga KU 15 yang diselenggarakan ini jadi tempat untuk menemukan bibit atlet sepak bola.
“Kami ini selaku pecinta sepak bola dan pembina sepak bola ikut andil ingin mensukseskan sepak bola di Situbondo. sudah lama, beberapa puluh tahun vakum. Maka ketika ada event ini jadikan ajang untuk bertanding secara sportif,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Askab PSSI Situbondo Rachman Fadli Kurniawan mengatakan, panitia sudah teliti dalam melakukan screening identitas diri para pemain.
Bahkan, dirinya sudah menegaskan agar pelatih manajer klub mendata pemain dengan jujur dan jangan membuat permasalahan.
“Kami sudah memanggil ketua pelaksana dan menyampaikan kepada pihak Putra Situbondo untuk melayangkan surat ke Askab PSSI selama 1x24 jam. Sampai hari ini (Selasa (28/5), Red) belum ada surat keberatan,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin