Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Cerita Peserta Tertua dan Termuda Situbondo Night Run; Sahad Tempuh 10 Kilometer, Nevi 5 KM

Iwan Feriyanto • Senin, 29 Juli 2024 | 15:54 WIB
BERHASIL: Sahar menunjukkan medali yang didapatkan di alun-alun Situbondo, Sabtu (27/7).
BERHASIL: Sahar menunjukkan medali yang didapatkan di alun-alun Situbondo, Sabtu (27/7).

RadarSitubondo.id – Sahar,70, warga Desa/Kecamatan Bungatan menjadi peserta lomba lari 'Situbondo Night Run' tertua kategori sepuluh kilometer.

Sedangkan Nevi, 7, warga Desa/Kecamatan Asembagus sebagai peserta termuda pada kategori lima kilometer. Kedua pelari tersebut bisa sampai finish mengalahkan beberapa pelari lain yang gagal di tengah jalan.

Lomba yang digelar di Alun-alun Situbondo, Sabtu malam (27/7) lalu terbagi dua kategori. Yakni, kategori pelajar lima kilometer dan kategori umum sepuluh kilometer.

Tercatat ada ribuan peserta, terdiri 500 orang dari warga lokal, sedangkan 500 peserta lain berasal dari luar daerah.

Misalnya,  Bondowoso, Probolinggo, Bali, Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatra Barat dan beberapa daerah lain.

Sahar mengatakan, meskipun usianya sudah tidak muda lagi, namun masih semangat untuk mengikuti 'Situbondo Night Run’. Ini disebabkan hobi yang ditekuninya sejak lama.

"Dari dulu suka lari. Ketika ada lomba lari saya ikut, termasuk sekarang ini," ujarnya.

Sahar mengaku, tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti lari Situbondo Night Run'. Namun yang dilakukan sebelum lomba dimulai hanya rutin olahraga setiap Minggu.

PERDANA: Bupati Situbondo Karna Suswandi membopong Nevi, peserta termuka Situbondo Night Run di alun-alun Situbondo.
PERDANA: Bupati Situbondo Karna Suswandi membopong Nevi, peserta termuka Situbondo Night Run di alun-alun Situbondo.

"Sebelum lomba biasanya olahraga jalan dan lari tiga kali dalam seminggu," jelasnya.

Dikatakan, tidak mudah bisa tiba di garis finish. Sebab, jalur yang dilalui cukup berat dan menantang lantaran membutuhkan tenaga ekstra.

Sementara itu, Nevi mengaku senang bisa tampil di ajang ‘Situbondo Night Run'. Bahkan dirinya tidak takut jika harus melawan peserta lain meskipun usianya terpaut jauh.

"Saya ikut lari yang lima kilometer. Seneng bisa ikut lari, meskipun (jarak) jauh," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengaku, senang ada even lomba lari lantaran berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Situbondo. Apalagi peserta yang ikut tampil banyak dari luar kota.

"Pelari nasional yang mengikuti Event Situbondo Night Run 2024 ini jumlahnya sebanyak 234 peserta, ini luar biasa," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Bung Karna itu berharap, tahun depan even yang digelar bisa lebih meningkat lagi. Sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempromosikan Kabupaten Situbondo.

"Situbondo bisa dikenal di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya.

Sementara itu, peserta lomba lari sepuluh kilometer yang berhasil meraih juara satu yakni Sidik, dari Kalimantan Timur. Dia mendapatkan uang pembinaan Rp 10 juta.

Kemudian, Himawan, warga Sidoarjo menjadi juara dua, dengan uang pembinaan Rp 7,5 juta. Dan juara ketiga yakni Deni, warga Sumatra Barat dengan mendapat hadiah Rp 5 juta. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#Termuda #alun-alun situbondo #Tertua #olahraga #lomba lari #Situbondo Night Run