RadarSitubondo.id – Ibarat pepatah, tak ada rotan akar pun jadi. Begitu kira-kira ungkapan yang pas bagi masyarakat di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Situbondo, Jawa Timur.
Sejumlah pemuda di daerah tersebut memiliki cara sendiri agar bisa punya lapangan bola.
Mereka memanfaatkan endapan lumpur di sungai yang sudah mengeras untuk tempat bermain bola plastik (bolatik).
Pantauan Radar Situbondo, sedimentasi yang ada di aliran sungai Wijayakusuma cukup luas. Bahkan, lebar sungai yang mencapai beberapa meter lebih banyak dipenuhi tanah liat.
Tanah yang menumpuk dan sudah mengeras itulah yang digunakan warga untuk lapangan olahraga.
Salah satu pemuda Dawuhan, Herianto mengatakan, dirinya tidak kesulitan lagi untuk bermain bola. Adanya tempat tersebut sudah bisa digunakan untuk olahraga bersama para pemuda lainnya.
"Sudah lama ada lapangan ini. Hampir setiap hari banyak anak-anak yang main bola di sini," ujarnya, Jumat (2/8).
Dikatakan, adanya tempat tersebut menjadi kesenangan tersendiri. Sehingga, ada tempat bermain. Sebab, selama ini hampir tidak ada tempat yang bisa dipakai untuk lapangan.
Heri mengaku, tempat tersenut bisa dikatakan sangat nyaman. Meskipun berada di aliran sungai, namun tanah yang menumpuk sudah keras.
"Tanahnya sudah keras. Meskipun lompat-lompat enak. Tapi di sebelah sana (Utara) tanahnya masih basah kayak lumpur," jelasnya.
Sementara itu, salah satu warga Jumanto mengatakan, aliran sungai Wijayakusuma sudah lama mengalami penyempitan. Penyebabnya banyak tanah sedimen yang menumpuk.
Baca Juga: Berbekal Rekaman CCTV, Tim Resmob Polres Situbondo Ringkus Maling Kulkas
"Karena tidak cepat dikeruk, maka tanah yang dibawa air terus bertambah," ucapnya.
Jumanto menyampaikan, seharusnya penumpukan tanah di saluran primer itu rutin dibersihkan. Jika dibiarkan dapat mengurangi volume air yang dibutuhkan masyarakat.
"Kalau pas air besar seharusnya menampung banyak air. Tetapi karena dangkal, air yang ditampung berkurang. Justru yang ada akan meluap kepermukaan," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin