RadarSitubondo.id - Olahraga ekstrem beraroma dirgantara juga tumbuh di Banyuwangi. Kawasan Gunung Menyan di Kecamatan Kalibaru, semakin tumbuh menjadi lokasi paralayang.
Lokasi kegiatan paralayang ini tepatnya berada di petak 33 D, RPH Malangsari, BKPH Genteng, Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan.
Tempat yang populer disebut sebagai Gunung Menyan itu mulai jadi lokasi paralayang sejak Januari 2022 silam.
Pada perkembangan selanjutnya, peminat paralayang di kawasan itu semakin tumbuh. Mereka berdatangan dari seluruh daerah. Terlebih jika dihelat kejuaraan paralayang, maka intensitas pengguna ekstrem sport di Gunung Menyan kian meningkat.
Untuk atlet biasanya langsung terbang solo dengan menggunakan parasut dari puncak Gunung Menyan. Sedangkan pengunjung yang ingin menikmati sensasi di ketinggian Kalibaru dengan parasut, mereka bisa terbang dengan jasa tandem parasut.
Mereka akan didampingi ahli paralayang yang sudah paham medan lokasi di Gunung Menyan.
“Sudah mulai ada, satu atau dua orang yang terbang tandem dalam sebulan,” kata Satmoko, 47, pengurus Basecamp Gunung Menyan.
Satmoko mengakui, dulu belum banyak yang tahu lokasi Gunung Menyan bisa untuk paralayang. Nah, setelah lokasi itu dikenal sebagai tempat paralayang, pengunjung dan wisatawan mulai berdatangan.
Untuk masyarakat umum yang ingin terbang tandem, kata Satmoko, harus melakukan reservasi terlebih dahulu kepada pengurus. Selain ada biaya yang harus dibayarkan, ada hal teknis yang perlu dikoordinasikan.
‘’Durasi waktu terbang untuk tandem biasanya antara 10 menit sampai 15 menit,” ujarnya. (sas/bay)
Editor : Ali Sodiqin