radarsitubondo.id - Dunia sepak bola Korea Selatan kembali berduka.
Ini seiring wafatnya Kang Ji-yong , seorang eks pemain sepak bola yang punya nama besar di Liga Korea Selatan.
Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh sahabat sekaligus sesama mantan pemain, Koo Bon-sang, melalui unggahan di media sosial pada Rabu, 23 April 2025, pada usia yang masih 37 tahun.
Menurut pengumuman pemakaman, Kang mengembuskan napas terakhirnya pada hari Selasa sebelumnya, ini persis 2 bulan setelah almarhum tampil dalam acara reality show di TV.
Saat ini, jenazah Kang disemayamkan di Rumah Sakit Universitas Soonchunhyang, Cheonan, Provinsi Chungcheong Selatan.
Istri dan putrinya, yang turut hadir bersamanya dalam acara televisi tersebut, tercatat sebagai pelayat utama, yaitu pihak keluarga yang memimpin prosesi duka.
Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada 25 April di Taman Makam Peringatan Cheonan.
Lahir pada tahun 1989, Kang Ji-yong merupakan pemain yang menonjol sejak awal kariernya.
Sepanjang kariernya, ia sempat membela sejumlah klub, seperti Busan IPark, Bucheon FC, Gangwon FC, Incheon United FC, Gimpo FC, dan Gangneung Citizen FC, sebelum akhirnya gantung sepatu pada tahun 2022 setelah memperkuat Cheonan City FC.
Pasca pensiun, Kang memilih jalur hidup baru yang jauh dari lapangan hijau.
Ia bekerja di pabrik kimia, meninggalkan peluang untuk menjadi pelatih demi tetap dekat dengan keluarganya.
Dalam salah satu episode Divorce Camp yang tayang Februari lalu, Kang menceritakan alasan keputusannya:
“Saat saya mempertimbangkan pensiun, istri saya sedang hamil. Saya harus berpikir realistis, jadi saya memulai pekerjaan yang benar-benar berbeda.”
Dari pendapatan tahunan hingga 150 juta won saat bermain, kini ia hanya menerima sekitar 3,5 juta won per bulan.
Ia juga mengungkapkan adanya konflik keuangan terkait aset yang dipercayakan kepada orang tua dan beban utang rumah tangga mencapai 30 juta hingga 40 juta won.
Dalam momen yang menyentuh hati, Kang sempat berkata kepada tim produksi, “Saya hanya berharap bisa mati dalam tidur saya. Keinginan saya untuk mati begitu kuat,” yang pada saat itu memicu keprihatinan para penonton.
Meski demikian, di episode terakhir bulan lalu, Kang dan istrinya terlihat mulai memperbaiki hubungan mereka dan sepakat untuk melanjutkan rumah tangga.
Usai kabar kepergiannya menyebar, JTBC mengambil langkah cepat dengan menghapus semua episode dan cuplikan yang menampilkan Kang dan istrinya dari situs resmi serta platform streaming seperti Tving dan YouTube.
Ucapan belasungkawa terus berdatangan dari para penggemar K League, yang mengenang Kang sebagai sosok pekerja keras di lapangan hijau.
Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi komunitas sepak bola maupun para pemirsa setia acara tersebut. (*)
Editor : Bayu Saksono