RADAR SITUBONDO - Timnas Indonesia dirugikan jelang pertandingan melawan China di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia yang berstatus sebagai tuan rumah dipastikan mengalami kerugian saat menghadapi China.
Anak asuhan Patrick Kluivert tersebut akan menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 5 Juni 2025.
Baca Juga: Proyek Tol Probowangi dan Harapan Baru Kawasan Kotakan Situbondo, Dari Persimpangan Tradisi Menuju Gerbang Ekonomi Baru
Laga hidup mati penentu lolos ke putaran berikutnya itu sedikit tidak menguntungkan Timnas Indonesia.
Pasalnya, kendati berstatus sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia tidak bisa dihadiri full suporter.
Sebab, PSSI mendapat sanksi dari FIFA pembatasan jumlah suporter di laga kandang.
Baca Juga: Kangkung Raksasa dari Lombok: Batangnya Besar, Lentur, dan Lezat Jadi Primadona Baru di Dapur Nusantara
Pengurangan atau pembatasan jumlah suporter itu sebanyak 15 persen dari total jumlah suporter normal.
Adapun tempat yang dikurangi adalah bagian utara dan selatan gawang Stadion GBK.
Tidak hanya itu, PSSI juga harus membayar denda imbas aksi rasis dan diskriminasi itu.
"Kita bakal tidak bisa mendukung sepenuhnya timnas, betapa ruginya karena perbuatan kita," tulis Arya Sinulingga dalam instagram pribadinya dikutip Radarsitubondo.id, Senin (12/5).
Baca Juga: Ternyata Ada Belasan, Jumlah Jembatan di Ruas Jalan Tol Padang – Sicincin Sumatera Barat
Timnas Indonesia sendiri pernah dikalahkan China di 2024 lalu saat masih dilatih oleh Shin Tae-yong.
Di era kepelatihan Shin Tae-yong timnas kandas dengan skor 2 - 1. Satu-satunya gol Indonesia dicetak oleh Thom Haye.(*)