Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Gol Bunuh Diri Hingga Kartu Merah! Malam Kelam Keylor Navas saat Pumas Kalahkan Atlanta 3-2

Bayu Shaputra • Senin, 4 Agustus 2025 | 05:15 WIB
Pumah UNAM berhasil kalahkan Atlanta United dengan skor 3-2 di Leagues Cup 2025 (3/8).
Pumah UNAM berhasil kalahkan Atlanta United dengan skor 3-2 di Leagues Cup 2025 (3/8).

RADARSITUBONDO.ID - Pertandingan kedua di fase grup Leagues Cup 2025 antara Pumas UNAM dan Atlanta United berlangsung dengan banyak kejutan hingga bunyi peluit akhir.

Dalam duel yang berlangsung Minggu pagi (3/8), di InterandCo Stadium Orlando, tim dari Meksiko, Pumas, berhasil mengamankan kemenangan tipis 3-2 setelah melewati pertandingan yang penuh drama dan kontroversi, terutama insiden kartu merah yang diterima Keylor Navas di waktu tambahan.

Tim yang diarsiteki oleh Gustavo Lerma menunjukkan semangat pantang menyerah dengan berhasil menyamakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir. Álvaro Angulo sukses memasukkan gol melalui tendangan penalti pada menit ke-23, memberikan harapan baru bagi para pendukung Pumas yang ada di Orlando.

Keylor Navas, kiper terkenal dari Kosta Rika yang baru bergabung dengan tim Meksiko ini, menjadi penyebab gol pertama untuk Atlanta United. Pada menit ke-35, Navas melakukan kesalahan yang fatal dengan mencetak gol bunuh diri, memberikan keunggulan kepada tim tamu dari Major League Soccer.

Kesalahan ini menjadi topik hangat pembicaraan mengingat Navas dikenal sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah bermain untuk Real Madrid dan Paris Saint-Germain. Gol bunuh diri pertamanya bersama Pumas jelas menjadi momen yang ingin segera dilupakan. Namun, kegagalan awal ini justru memicu semangat tim untuk bangkit dan menunjukkan sikap juara.

Momentum semakin berpihak kepada Pumas ketika mereka mampu berbalik unggul sebelum jeda. Emmanuel Latte Lath tampil sebagai juru selamat dengan mencetak gol di menit ke-43, membawa Pumas unggul 2-1 menjelang akhir babak. Gol ini menjadi bukti dari kualitas lini serang Pumas yang dapat memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.

Babak kedua dimulai dengan Atlanta United berusaha untuk menyamakan skor. Tim asal Georgia ini menyadari bahwa mereka membutuhkan paling tidak satu poin untuk menjaga peluang mereka melaju ke fase berikutnya. Tekanan ini membuahkan hasil ketika mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, membuat situasi pertandingan kembali terbuka.

Ketegangan meningkat ketika kedua tim saling menyerang untuk mencari gol penentu. Pumas yang menerapkan gaya permainan menyerang khas Meksiko terus berupaya menerobos pertahanan Atlanta, sementara tim MLS ini memanfaatkan kecepatan dan kekuatan fisik untuk melakukan serangan balik.

Menit-menit akhir pertandingan menjadi puncak dari drama yang tidak terduga. Pumas berhasil mencetak gol penentu di detik-detik akhir, yang diikuti oleh suatu insiden yang mengejutkan. Keylor Navas menerima kartu merah langsung di menit 90+5 setelah melakukan tekel berbahaya terhadap seorang pemain Atlanta United yang sedang menusuk ke arah gawang.

Insiden itu terjadi di luar kotak penalti dalam situasi yang sangat menentukan, memaksa Álvaro Angulo mengambil alih peran sebagai penjaga gawang dalam momen-momen terakhir. Walaupun bermain dengan 10 orang, Pumas berhasil mempertahankan keunggulan sampai peluit akhir dibunyikan oleh wasit.

Pelatih Atlanta United, Ronny Deila, memberikan kritik pedas terhadap keputusan wasit dan perilaku Keylor Navas setelah pertandingan. Deila merasa bahwa ada ketidakadilan dalam perlakuan wasit terhadap pemain bintang, suatu kritik yang mencerminkan rasa frustrasi tim yang tidak mampu memanfaatkan peluang berharga yang mereka miliki.

Sementara itu, pihak manajemen Pumas memberikan pujian kepada karakter tim yang mampu bangkit dari kondisi sulit. Meskipun kehilangan Navas untuk pertandingan berikutnya, mereka yakin bahwa kemenangan ini akan memberikan energi positif untuk sisa turnamen.

Kemenangan ini memungkinkan Pumas UNAM untuk mempertahankan catatan sempurna mereka di Leagues Cup 2025 dan mendekatkan mereka pada fase eliminasi. Tim asal Meksiko ini kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan di grup mereka, mengingat mereka juga berhasil mengalahkan Orlando City SC di pertandingan sebelumnya melalui adu penalti setelah Adalberto Carrasquilla mencetak gol penyama di menit-menit akhir.

Di sisi lain, Atlanta United kini menghadapi tekanan yang besar. Kekalahan ini hampir memutuskan peluang mereka untuk melanjutkan ke fase knockout, melanjutkan performa buruk klub MLS ini yang belum pernah berhasil keluar dari fase grup Leagues Cup selama ini.

Pertandingan ini mengungkapkan perbedaan kualitas antara sepak bola Meksiko dengan MLS. Pumas menunjukkan taktik yang lebih terorganisir dan mampu memaksimalkan setiap peluang yang ada.

Barisan depan mereka yang dipimpin oleh Latte Lath menunjukkan ketajaman yang selalu konsisten, sedangkan lini tengah mampu menguasai penguasaan bola meski bermain di kandang lawan.

Meskipun telah melakukan kesalahan besar di awal pertandingan, Keylor Navas tetap menunjukkan kualitas kelas satu dengan beberapa penyelamatan penting sebelum insiden kartu merah. Pengalamannya bermain di tingkat tertinggi Eropa terlihat dari kemampuannya dalam mengatur pertahanan dan berkomunikasi dengan rekan-rekannya.

Hasil ini menjadikan pertandingan terakhir fase grup sangat penting bagi Atlanta United, yang harus mendapatkan hasil maksimal untuk tetap mengincar peluang lolos. Di sisi lain, Pumas UNAM hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tempat mereka di fase selanjutnya.

Kehilangan Keylor Navas karena akumulasi kartu tentu menjadi pukulan bagi Pumas, namun mereka memiliki kedalaman skuad yang memadai untuk mengatasi tantangan tersebut. Momentum positif dari dua kemenangan beruntun memberikan kepercayaan diri yang tinggi menjelang fase eliminasi yang lebih menantang.


Editor : Ali Sodiqin
#Leagues Cup 2025 #Pumas UNAM vs Atlanta United