RADARSITUBONDO.ID - Pertandingan terakhir fase grup Leagues Cup 2025 di Snapdragon Stadium pada Selasa malam (5/8) waktu setempat, menjadi momen bagi San Diego FC untuk menunjukkan taringnya dengan mengalahkan Mazatlán FC dengan skor 2-0.
Walaupun hasil ini tidak memengaruhi posisi kedua tim di turnamen, para pendukung tuan rumah merasa puas atas penampilan tim mereka di Mission Valley Fortress.
Pelatih San Diego FC, Mikey Varas, kembali menggunakan strategi rotasi pemain yang telah diterapkannya sejak awal turnamen. Pilihan ini menuai beberapa kritik karena dianggap kurang serius dalam menghadapi kompetisi bergengsi ini. Namun, hasil pertandingan menunjukkan bahwa kedalaman skuad San Diego FC mampu bersaing di tingkat internasional.
Sejak peluit tanda permainan dimulai, San Diego FC memperlihatkan keinginan kuat untuk mendominasi. Dibawah arahan Varas, tim ini menguasai bola hingga 75 persen di setengah waktu pertama, sebuah angka yang mencolok mengingat Mazatlán FC dikenal sebagai tim yang defensif dan solid.
Formasi yang dipilih Varas cukup mengejutkan, dengan CJ dos Santos berada di posisi penjaga gawang, dan lini pertahanan diisi oleh Franco Negri, Manu Duah, Christopher McVey, dan Hamady Diop.
Di tengah, ia mengandalkan kombinasi Anibal Godoy, Luca de la Torre, dan David Vazquez, sedangkan di depan ada Alex Mighten, Hirving Lozano, dan Tomas Angel.
Keputusan untuk membangku cadangkan pemain kunci seperti Anders Dreyer dan Onni Valakari sempat menimbulkan keraguan. Ditambah dengan absennya Jeppe Tverskov dan Paddy McNair yang masih pemulihan dari cedera, kekuatan skuad menjadi tantangan tersendiri bagi tim dari California Selatan ini.
Mazatlán FC, yang sebelumnya tampil mengesankan dengan mengalahkan LAFC dan Houston di dua pertandingan sebelumnya, mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan tekanan yang diberikan oleh San Diego FC.
Tim dari Sinaloa tersebut bahkan tidak mampu melepaskan satu tembakan pun ke arah gawang dalam babak pertama, menandakan dominasi penuh dari tim tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Varas membuat perubahan taktis dengan menarik keluar Christopher McVey dan menggantinya dengan Ian Pilcher. Keputusan ini terbukti sangat efektif untuk menambah stabilitas di pertahanan sambil tetap menjaga intensitas menyerang.
Momen penting terjadi di menit ke-63 ketika Varas berani melakukan tiga pergantian sekaligus. Onni Valakari, Pedro Soma, dan Anders Dreyer masuk untuk menggantikan Luca de la Torre, Anibal Godoy, dan Hirving Lozano. Langkah berani ini menunjukkan sikap agresif yang ingin dibangun pelatih kepada timnya.
Hasil dari keputusan tersebut ternyata terasa manis hanya dua menit kemudian. Di menit ke-66, Onni Valakari berhasil mencetak gol pertama dengan tendangan luar biasa dari tepi kotak penalti.
Gol ini diawali dari aksi individu hebat Anders Dreyer yang berhasil mendobrak pertahanan Mazatlán sebelum memberi umpan yang sangat baik kepada Valakari.
Keceriaan di Snapdragon Stadium masih terasa ketika Valakari kembali menjaringkan gol kedua pada menit ke-74. Kali ini, David Vazquez menjadi aktor di balik terciptanya gol kedua dengan memberikan umpan matang dari pinggir area penalti. Valakari dengan tenang menyelesaikan peluang itu dengan tendangan yang akurat ke sudut gawang.
Drama tidak berhenti di situ. Tidak lama setelah San Diego FC mencetak gol kedua, keadaan semakin buruk bagi Mazatlán ketika Nicolas Benedetti harus keluar dari lapangan karena kartu merah.
Keputusan wasit ini hampir mengunci kemenangan bagi tim tuan rumah dan membuat sisa pertandingan berlangsung dengan lebih tenang.
Walaupun hasil ini tidak berpengaruh besar pada posisi San Diego FC di turnamen, karena tim sudah pasti tersingkir sejak kalah dari Pachuca dan Tigres UANL sebelumnya, namun kemenangan ini memberikan dorongan kepercayaan diri yang penting sebelum kompetisi MLS dilanjutkan.
Setelah selesai dari Leagues Cup 2025, San Diego FC kini dapat sepenuhnya mengalihkan fokus mereka pada kampanye MLS. Pertandingan berikutnya akan melihat mereka bertandang ke Kansas City pada 9 Agustus, sebelum kembali beraksi di kandang melawan Portland pada 23 Agustus di Snapdragon Stadium.
Performa luar biasa Onni Valakari, yang mencetak dua gol, menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini. Pemain asal Finlandia ini menunjukkan bahwa dia pantas mengisi posisi di starting eleven untuk pertandingan-pertandingan mendatang.
Sementara itu, keputusan rotasi yang diambil oleh Varas selama turnamen, meskipun diperdebatkan, nyata memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim.
Kemenangan 2-0 atas Mazatlán FC menjadi penutup yang manis untuk perjalanan San Diego FC di Leagues Cup 2025, serta menimbulkan optimisme untuk perjalanan panjang mereka di musim ini.
- Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News