RADARSITUBONDO.ID - Malam yang dingin di Montreal berubah menjadi panas dengan drama yang tak terduga ketika Club Puebla berhasil mengalahkan CF Montreal dengan skor 2-1 dalam laga matchday ketiga fase grup Leagues Cup 2025 di Stadion Saputo.
Pertandingan yang berlangsung pada Selasa malam waktu setempat (5/8) ini menyajikan cerita klasik sepak bola dimana tim tamu berhasil bangkit dari ketinggalan untuk meraih tiga poin penting.
Babak pertama dimulai dengan tempo yang cukup lambat, dimana kedua tim terlihat saling mengukur kekuatan. Puebla tampil lebih dominan dalam penguasaan bola, namun belum mampu menciptakan peluang emas.
Montreal yang bermain di hadapan pendukung sendiri mencoba membangun serangan melalui sayap kanan dengan memanfaatkan kecepatan Dante Sealy.
Momen dramatis terjadi di menit ke-23 ketika wasit Daniel Quintero Huitrón menunjuk ke titik putih setelah Joel Waterman melakukan pelanggaran keras di kotak penalti.
Situasi semakin buruk bagi tuan rumah ketika Waterman diganjar kartu merah langsung, membuat Montreal harus bermain dengan sepuluh pemain. Namun, keajaiban terjadi ketika kiper T. Giller berhasil menggagalkan eksekusi penalti Emiliano Gomez dengan penyelamatan spektakuler.
Babak kedua dimulai dengan Montreal yang mengejutkan. Meski bermain dengan sepuluh pemain, tim asuhan Marco Donadel berhasil unggul terlebih dahulu menit ke-47. Prince Owusu menjadi pahlawan sementara dengan sundulan indah yang merobek gawang J. Rodriguez.
Gol tersebut membangkitkan semangat para penonton di Saputo Stadium yang sempat khawatir dengan nasib tim kesayangan mereka.
Namun, keunggulan Montreal tidak berlangsung lama. Puebla yang merasa tertekan mulai meningkatkan intensitas serangan. Usaha mereka membuahkan hasil di menit ke-58 ketika Emiliano Gomezz berhasil menyamakan kedudukan dengan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan secara dramatis.
Klimaks drama terjadi di menit ke-73 ketika Ricardo Marin mencetak gol yang membalikkan keadaan untuk Puebla. Striker berpengalaman itu memanfaatkan umpan silang dari sayap kiri dengan sentuhan akhir yang sempurna. Stadion yang semula riuh mendadak sunyi, sementara bangku cadangan Puebla meledak dalam perayaan.
Drama belum berakhir sampai di situ. Di injury time, tepatnya menit 90+2, Raúl Castillo dari Puebla juga harus mandi lebih awal setelah mendapat kartu merah kedua akibat pelanggaran keras di tengah lapangan. Situasi ini membuat kedua tim sama-sama bermain dengan sepuluh pemain di menit-menit akhir.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa meski Montreal unggul dalam hal dukungan penonton, Puebla lebih superior dalam aspek teknis. Tim tamu dari Liga MX ini berhasil mencatatkan ball possession 57% berbanding 43%.
Puebla juga lebih efektif dalam finishing dengan 13 tembakan on target dari 25 percobaan, sementara Montreal hanya 5 dari 12 tembakan.
Kemenangan ini sangat penting bagi Puebla dalam konteks Leagues Cup 2025. Dengan hasil ini, kedua tim masih memiliki harapan untuk lolos ke fase eliminasi, meski keduanya membutuhkan hasil positif dan bantuan dari pertandingan lain. Puebla kini mengumpulkan tiga poin dari dua pertandingan, sementara Montreal masih bertahan dengan dua poin.
Untuk Montreal, kekalahan ini merupakan pukulan berat mengingat mereka bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh para Ultras Montreal. Tim yang berlaga di MLS ini kini harus berjuang lebih keras di laga tersisa untuk memastikan tempat di babak selanjutnya.
Pertandingan selanjutnya akan menjadi krusial bagi kedua tim. Montreal akan menghadapi tantangan berat melawan tim yang lebih kuat, sementara Puebla harus mempertahankan momentum positif ini.
Satu hal yang pasti, drama Leagues Cup 2025 masih panjang dan penuh kejutan seperti yang kita saksikan malam ini di Saputo Stadium.
- Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News