RADARSITUBONDO.ID - Atlanta United berhasil mencatat kemenangan besar 4-1 atas Atlas FC dalam Leagues Cup 2025 yang digelar pada Kamis pagi (8/8).
Pertandingan yang dipimpin oleh pelatih Ronny Deila ini menandai kebangkitan bagi tim Five Stripes setelah sebelummya mengalami kehilangan poin dalam sepuluh pertandingan terakhir.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi dari kedua tim, namun Atlanta United berhasil mencetak gol pertama lewat penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Jamal Thiaré pada menit kedelapan.
Penyerang dari Senegal ini menunjukkan ketenangan saat menghadapi kiper Atlas, menempatkan bola ke sudut kanan bawah gawang dengan akurasi yang tidak tergapai oleh penjaga gawang lawan.
Pelanggaran yang menghasilkan penalti terjadi di dalam kotak penalti Atlas, yang dianggap wasit merugikan pemain Atlanta United. Keputusan yang menuai kontroversi ini sempat menimbulkan protes dari para pemain Atlas, namun wasit tetap teguh pada keputusannya setelah berbincang dengan asistennya.
Keunggulan Atlanta United semakin menguat ketika playmaker andalan mereka, Aleksey Miranchuk, berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-33. Gelandang berkebangsaan Rusia ini menunjukkan kemampuan mumpuni dengan menuntaskan umpan silangan dari sisi kiri dengan sentuhan yang tepat.
Gol ini terjadi dari kerja sama cepat antara lini tengah dan sayap Atlanta United. Miranchuk yang berada di tepi kotak penalti berhasil memanfaatkan bola rebound dari tembakan pertama yang masih bisa ditangkap oleh kiper Atlas.
Dengan kaki kirinya yang dikenal sangat presisi, ia mengarahkan bola ke sudut kanan atas gawang dengan tenaga yang memadai untuk mengecoh kiper.
Menjelang berakhirnya babak pertama, Saba Lobzhanidze berhasil menjaring gol dari tendangan bebas pada menit ke-38, yang menjadi gol pertama Atlanta United dari situasi tendangan bebas langsung di musim 2025.
Pemain sayap asal Georgia ini menunjukkan kemampuan eksekusi bola mati dengan meletakkan bola di sudut kiri atas gawang, melewati tembok pemain Atlas yang melompat terlalu awal.
Tendangan bebas tersebut didapat setelah terjadinya pelanggaran kasar oleh pemain Atlas terhadap Thiaré di luar kotak penalti. Jarak sekitar 22 meter dari gawang menjadi posisi yang ideal bagi Lobzhanidze untuk menunjukkan tingkat akurasinya.
Dengan skor 3-0 di babak pertama, Atlanta United mengendalikan permainan meskipun Atlas mampu menciptakan beberapa peluang yang belum dapat dimaksimalkan.
Saat memasuki babak kedua, Atlas mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan, Cayman Togashi mencetak gol keempat bagi Atlanta United yang sekaligus menegaskan kemenangan mencolok tuan rumah.
Pemain muda dengan keturunan Jepang-Amerika ini menunjukkan kedewasaan saat menyelesaikan serangan balik yang cepat dari Atlanta United.
Atlas FC yang dilatih oleh Gonzalo Pineda berusaha untuk bangkit dengan melakukan beberapa pergantian untuk menambah kekuatan tim.
Usaha mereka berbuah hasil ketika Diego mampu mencetak satu gol untuk Atlas, memperkecil skor menjadi 3-1 di tengah babak kedua.
Walaupun Atlanta United menang dengan meyakinkan, kedua tim harus meninggalkan kompetisi Leagues Cup 2025 dan kembali fokus pada liga domestik masing-masing.
Hasil ini menjadi pelajaran berharga untuk Atlanta United bahwa mereka masih memiliki kemampuan untuk bersaing, meskipun memiliki performa yang tidak konsisten di awal musim.
Bagi Atlas FC, kekalahan ini menjadi momen evaluasi yang penting mengingat mereka telah kebobolan lima gol dalam dua pertandingan Leagues Cup yang mereka hadapi.
Gonzalo Pineda perlu mencari solusi yang tepat untuk memperkuat pertahanan yang tampak lemah dalam menghadapi serangan cepat dari lawan.
Kemenangan ini memberikan dorongan kepercayaan diri yang sangat diperlukan Atlanta United untuk melanjutkan perjalanan mereka di MLS, sementara Atlas akan fokus kembali pada Liga MX dengan pengalaman berharga dari turnamen internasional ini.
- Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News