Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Profil Suleiman Al-Obeid Sang Legenda Sepakbola dari Tanah Palestina

Bayu Shaputra • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 15:30 WIB
Profil Suleiman Al-Obeid kapten dari Palestina.
Profil Suleiman Al-Obeid kapten dari Palestina.

RADARSITUBONDO.ID - Dunia sepakbola Palestina kehilangan salah satu tokoh terbaiknya pada Rabu 6 Agustus 2025.

Suleiman Al-Obeid, yang dikenal sebagai "Pelé-nya Palestina", meninggal di usia 41 tahun dalam sebuah tragedi kemanusiaan yang mengguncang hati para penggemar sepakbola di seluruh dunia.

Lebih dari sekadar seorang pemain, Al-Obeid adalah lambang perjuangan, harapan, dan identitas rakyat Palestina yang bisa dirasakan dalam setiap tendangannya di lapangan.

Lahirkan di Gaza pada 3 Desember 1984, Suleiman Al-Obeid tumbuh dalam kondisi yang penuh rintangan namun tak pernah memadamkan semangatnya untuk meraih impian.

Perjalanannya dalam sepakbola dimulai di lapangan-lapangan berdebu di Gaza bersama klub lokalnya, Khadamat Al-Shatea, di mana bakatnya pertama kali terlihat.

Dari titik inilah awal kebesarannya dimulai, berkembang menjadi seorang yang akan mencatatkan namanya dalam sejarah sepakbola Palestina.

Karier profesional Al-Obeid menunjukkan komitmen yang luar biasa terhadap sepakbola dan negara tercintanya. Kemampuannya di lapangan membawanya mendapatkan julukan yang mengingatkan kepada legenda Brasil, Pelé, sebuah penghargaan tertinggi bagi seorang pesepakbola.

Setelah memulai kariernya di Khadamat al-Shati, ia kemudian berpindah ke Al-Amari Youth Centre di Tepi Barat yang diduduki, menunjukkan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi sepakbola.

Prestasi luar biasa Al-Obeid tidak hanya terbatas di level klub. Ia berhasil mengumpulkan 24 caps untuk timnas Palestina, Al-Fida'i, pencapaian yang sangat berarti mengingat tantangan yang ada di sepakbola Palestina di arena internasional.

Momen bersejarah terjadi saat ia mencetak gol pertamanya untuk Palestina melawan Yaman di Kejuaraan Federasi Sepakbola Asia Barat 2010. Gol tersebut lebih dari sekadar angka dalam statistik; itu adalah simbol dari perjuangan seluruh rakyat Palestina.

Peranan Al-Obeid dalam sepakbola internasional semakin terlihat saat ia mewakili timnas selama kualifikasi Piala AFC Challenge 2012 dan kualifikasi Piala Dunia 2014. Keikutsertaannya dalam turnamen-turnamen signifikan ini menunjukkan kualitas dan pengabdiannya sebagai pesepakbola profesional yang dapat bersaing di tingkat tertinggi sepakbola Asia.

Statistik karier yang menakjubkan menjadi bukti nyata kepiawaian Al-Obeid. Selama kariernya yang panjang, pemain dari Gaza ini berhasil mencetak lebih dari 100 gol, menjadikannya salah satu bintang paling bersinar dalam sepakbola Palestina.

Angka ini bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga merupakan kontribusi yang nyata untuk mengangkat nama sepakbola Palestina di dunia internasional.

Perjalanan karier Al-Obeid juga melibatkan berbagai klub, menunjukkan kemampuannya sebagai pemain yang serba bisa. Setelah di Al-Amari Youth Center, ia kemudian bergabung dengan Gaza Sports Club, menambah pengalaman bermainnya di kompetisi lokal.

Sebagai mantan pemain timnas dan bintang Khadamat al-Shati, ia menjadi sosok yang dihormati dalam kalangan komunitas sepakbola Palestina.

Keistimewaan Al-Obeid tidak hanya terletak pada prestasinya di sepakbola, tetapi juga pada karakternya sebagai pribadi. Tragedi yang menimpanya saat menunggu bantuan kemanusiaan di selatan Jalur Gaza menunjukkan bahwa hingga akhir hayatnya, ia tetap bersandar pada rakyat Palestina dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Warisan yang ditinggalkan oleh Suleiman Al-Obeid akan terus memberi inspirasi kepada generasi pesepakbola muda Palestina.

Ia membuktikan bahwa di tengah segala keterbatasan dan rintangan, impian untuk berprestasi dalam sepakbola tetap bisa dicapai melalui kerja keras, dedikasi, dan kecintaan yang tulus terhadap tanah air.

Julukan "Pelé-nya Palestina" lebih dari sekadar perbandingan teknik; itu adalah pengakuan atas sumbangsihnya yang sangat berarti bagi sepakbola dan rakyat Palestina.


Editor : Ali Sodiqin
#Suleiman Al Obeid #Pele Palestina