RADARSITUBONDO.ID - Major League Soccer 2025 sudah memasuki tahap penting dengan beragam pertandingan menarik yang siap menggairahkan para penggemar sepak bola di Amerika.
Salah satu pertarungan yang sangat dinanti adalah duel antara New England Revolution dan DC United, dua tim yang memiliki sejarah panjang dan rivalitas yang selalu menghadirkan ketegangan di setiap pertemuan mereka.
Laga yang akan berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, pada Minggu pagi (10/8), pukul 06.30 WIB, menjadi perhatian khusus karena kedua tim sedang menghadapi tantangan.
New England Revolution saat ini sedang mengalami masa sulit dalam musim 2025. Tim yang dilatih Caleb Porter berusaha untuk bangkit dari performa yang kurang memuaskan dan mencari momentum positif di hadapan fans mereka.
Revolution yang mengenakan jersey merah, biru, dan putih yang khas, terkenal dengan gaya permainan yang agresif serta dukungan luar biasa dari para penggemar di Gillette Stadium.
Skuad Revolution memiliki keuntungan bertanding di kandang sendiri, di mana mereka biasanya lebih percaya diri dan mendapatkan dukungan luar biasa dari penonton. Stadion yang dapat menampung 65.000 penonton ini sering kali menjadi benteng yang sulit ditembus oleh lawan, terutama dalam pertandingan-pertandingan penting seperti ini.
Dari segi statistik, dalam lima pertandingan terakhir, New England Revolution mencatat 0 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 4 kekalahan dengan rata-rata 1,2 gol tercipta per pertandingan, tetapi kebobolan 2,4 gol. Data ini menunjukkan adanya masalah pada lini pertahanan yang harus segera diperbaiki.
DC United, klub dengan sejarah cemerlang di MLS, tiba di Foxborough dengan persiapan yang baik. Dijuluki Black-and-Red, tim ini baru saja menyelesaikan serangkaian pertandingan kandang yang padat di bulan Mei dengan catatan defensif yang mengesankan, mencatat rekor 3-2-2 di semua kompetisi sambil hanya kebobolan delapan gol.
Tim yang berbasis di Washington D. C. ini dikenal dengan warna khas hitam dan merah serta memiliki tradisi sepak bola yang kuat.
Mereka berpengalaman bermain di berbagai kondisi dan stadion, membuat mereka menjadi tim yang tangguh saat bermain di kandang lawan.
Meski demikian, DC United juga tidak lepas dari tekanan. Mereka sedang berupaya memutuskan tren negatif dengan lima kekalahan berturut-turut saat bermain away, yang tentunya menjadi beban mental tersendiri saat menghadapi Revolution di Gillette Stadium.
Kedua tim kemungkinan akan menggunakan formasi yang solid dengan fokus pada kekompakan di lini tengah. Revolution akan memanfaatkan dukungan penuh dari penonton untuk membangun momentum dari awal pertandingan, sementara DC United akan mengandalkan pengalaman mereka saat bermain away dan kemampuan dalam menyerang balik.
Pertandingan ini diperkirakan akan berlangsung ketat dengan tingkat intensitas yang tinggi, mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen Wilayah Timur MLS.
- Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News