Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Daftar Pemain yang di Panggil untuk Training Camp Jelang 4Nations World Series Futsal 2025 Edisi Kedua

Bayu Shaputra • Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:30 WIB

 

Aksi Rio Pangestu saat menghadapi Jepang di 4 Nations World Series edisi pertama.
Aksi Rio Pangestu saat menghadapi Jepang di 4 Nations World Series edisi pertama.

RADARSITUBONDO.ID - Panggung futsal internasional akan kembali dengan acara yang luar biasa ketika edisi kedua 4Nations World Series diselenggarakan di Hall Basket Senayan pada tanggal 18-21 September 2025.

Turnamen ini bersamaan dengan FIFA Matchday dan akan menampilkan pertarungan seru antara tim Eropa, yakni Belanda dan Latvia, yang akan melawan tuan rumah Indonesia serta satu tim undangan lainnya.

Tim futsal Belanda datang dengan reputasi yang solid sebagai salah satu kekuatan di Eropa yang tak bisa diabaikan. Negara yang dikenal sebagai Kincir Angin ini memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan futsal dengan pendekatan teknik yang tinggi dan tekanan yang intens.

Skuat Oranje memiliki kemampuan penguasaan bola yang mengesankan dan serangan cepat yang sering kali membuat lawan terlambat bereaksi.

Pelatih tim futsal Belanda dipastikan akan menggunakan formasi yang sudah teruji dalam kompetisi-kompetisi di Eropa sebelumnya. Gaya permainan mereka yang mengutamakan umpan pendek dan pergerakan tanpa bola menjadi karakteristik yang sulit diprediksi oleh lawan.

Pemain sayap Belanda terkenal dengan kecepatan serta kemampuan dribbling yang mematikan, sementara pivot mereka selalu berhasil menciptakan ruang bagi rekan-rekan setim.

Di lain pihak, Latvia muncul sebagai tim underdog yang mampu memberikan kejutan. Meskipun tidak sepopuler negara-negara Eropa lainnya dalam arena futsal, tim futsal Latvia memiliki gaya permainan yang khas yang mengandalkan kekuatan fisik dan disiplin taktik yang ketat.

Pemain-pemain Latvia umumnya memiliki postur tubuh yang ideal untuk futsal dengan kemampuan udara yang baik. Mereka cenderung bermain dengan gaya defensif yang kokoh, menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik yang mematikan. Strategi pada situasi bola mati mereka juga perlu diperhatikan, karena beberapa pemain kunci Latvia memiliki ketepatan dalam tendangan dari jarak jauh.

Kekuatan antara Belanda dan Latvia diharapkan dapat memberikan pertandingan yang ketat serta berkualitas tinggi. Perbedaan gaya bermain antara kedua tim, Belanda dengan tekniknya dan Latvia dengan kekuatannya, berpotensi menciptakan dinamika pertandingan yang menarik untuk disaksikan.

Berikut List Garuda Calling Jelang 4NWS 2025 Edisi Kedua

- Ahmad Habiebie (Kiper - Bintang Timur Surabaya)

- Nizar (Kiper - Pangsuma FC)

- Albagir (Kiper - Fafage Banua)

- Rizki Xavier (Anchor - Bintang Timur Surabaya)

- Rio Pangestu (Flank Anchor - Bintang Timur Surabaya)

- Ardiansyah Nur (Flank Anchor - Black Steel FC)

- Romi Humandri (All Around - Pangsuma FC)

- Brian Ick (Flank Kaki Kiri - Black Steel FC)

- Ardiansyah Runtuboy (Flank Kaki Kiri - Bintang Timur Surabaya)

- Mochammad Iqbal (Flank Kaki Kiri - Bintang Timur Surabaya)

- Syaifullah (Flank Kaki Kiri - Pangsuma FC)

- Firman Ardiansyah (Flank Kaki Kanan - Bintang Timur Surabaya)

- Yogi Saputra (Flank Kaki Kanan - Kuda Laut Nusantara)

- Guntur Sulistyo (Flank Kaki Kanan - Unggul FC)

- Syauqi Saud (Flank Pivot - Bintang Timur Surabaya)

- Samuel Eko (Flank Pivot - Bintang Timur Surabaya)

- Evan Soumilena (Pivot - Fafage Banua)

- Israr Megantara (Pivot - Cosmo JNE)

- Azhari Parapat (Pivot - Sadakata United)

Turnamen 4Nations World Series menggunakan sistem round robin di mana setiap tim akan bersaing melawan seluruh peserta lain. Format ini dipilih untuk memberikan kesempatan maksimum bagi setiap negara peserta untuk saling berhadapan dan menilai kemampuan mereka.

Sama seperti edisi pertama lalu, setiap tim akan menjalani tiga pertandingan dengan sistem penghitungan poin yang standar: tiga poin untuk kemenangan, satu poin untuk imbang, dan nol poin untuk kekalahan.

Durasi turnamen yang singkat, hanya empat hari, dirancang untuk menciptakan tingkat intensitas yang tinggi dan memaksimalkan kualitas pertandingan. Setiap hari akan ada minimal satu pertandingan, memungkinkan momentum terus berlanjut selama turnamen.

Penggemar futsal di Indonesia akan memiliki kesempatan untuk menyaksikan secara langsung bagaimana tim-tim Eropa menerapkan taktik futsal modern yang mungkin belum umum di Asia. Tentu saja, ini menjadi pelajaran berharga bagi perkembangan futsal nasional di masa depan.


Editor : Ali Sodiqin
#4Nations World Series Edisi Kedua