RADARSITUBONDO.ID - Club Brugge menjamu Rangers FC di Jan Breydel Stadion pada Kamis dini hari (28/8) pukul 02.00 WIB. Club Brugge unggul dua gol setelah menang 3-1 di leg pertama, membuat Rangers dalam posisi sulit.
Kekalahan di Ibrox Stadium pekan lalu merupakan pukulan bagi Rangers yang bermimpi tampil di Eropa. Dua kesalahan di pertahanan membuat mereka tertinggal 2-0 dalam tujuh menit pertama, menjadi mimpi buruk bagi pendukung The Light Blues.
Pelatih Russell Martin menghadapi tantangan besar untuk membalikkan defisit dua gol di kandang lawan yang sedang dalam performa baik. Rangers harus mencetak minimal tiga gol tanpa kebobolan atau memenangkan dengan selisih dua gol jika Club Brugge mencetak satu gol.
Nicky Hayen, pelatih muda Club Brugge, merumuskan strategi sempurna di leg pertama. Vanaken tampil sangat terorganisir dengan pressing tinggi yang membuat pertahanan Rangers panik. Aksi cepat di 20 menit pertama di Ibrox menjadi kunci kemenangan mereka.
Baca Juga: Terbaru, Cara Beli Tiket Laga Timnas Indonesia di Bulan September Via Online
Dari sisi statistik, Club Brugge unggul dalam hampir semua aspek permainan, dengan 10 tembakan dan 7 tepat sasaran, sementara Rangers 15 tembakan dengan hanya 1 tepat sasaran. Penguasaan bola 53% oleh tuan rumah menunjukkan dominasi yang jelas.
Bintang Rangers, Gassama dan Danilo, harus tampil maksimal. Danilo, yang mencetak gol di leg pertama, diharapkan bisa membongkar pertahanan solid Club Brugge. Sementara itu, Hans Vanaken dan Tzolis menjadi kunci serangan balik Club Brugge.
Baca Juga: Mulai Dijual, Segini Harga Tiket Nonton Timnas Indonesia Kontra Lebanon dan Kuwait
Faktor psikologi berperan besar. Rangers harus bermain tanpa beban dan mengambil risiko tinggi, sementara Club Brugge cukup bermain aman dan memanfaatkan peluang. Pengalaman Eropa Club Brugge memberikan keunggulan mental.
Suasana Jan Breydel Stadion yang akan dipenuhi 30.000 pendukung Club Brugge menjadi faktor intimidasi bagi Rangers. Stadion ini pernah menjadi tempat sulit bagi banyak tim Eropa.
Club Brugge diprediksi akan menggunakan formasi 4-2-3-1 untuk soliditas defensif, sementara Rangers kemungkinan memilih 3-4-3 untuk memberikan tekanan maksimal. Jika Rangers gagal melakukan comeback, ini akan menjadi kekecewaan terbesar musim ini mengingat investasi besar mereka di bursa transfer.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin