RADARSITUBONDO.ID - Sturm Graz siap membalas setelah kalah 5-0 dari Bodo/Glimt di leg pertama playoff Champions League 2025-26, di UPC Arena pada Rabu dini hari (27/8) pukul 02.00 WIB.
Die Schwoazn berada di ujung tanduk setelah kekalahan itu dan perlu tampil "all or nothing" di kandang. Pelatih Jürgen Säumel telah menyiapkan strategi untuk menembus pertahanan Bodo/Glimt.
Di pertemuan pertama, Bodo/Glimt bermain menakjubkan dengan tiki-taka yang membuat pertahanan Austria kewalahan. Kjetil Knutsen mengantarkan tim ini ke sejarah dengan peluang pertama ke fase grup Champions League.
Sturm Graz yang juara Austria tidak ingin menyerah. Pengalaman kalah dari Haugesund di kualifikasi Europa League sebelumnya mungkin menjadi motivasi tambahan.
Baca Juga: Terbaru, Cara Beli Tiket Laga Timnas Indonesia di Bulan September Via Online
Striker Boving diprediksi akan berperan penting. Dukungan Belmin Beganovic dan Otar Kiteishvili menjadi kunci serangan Sturm.
Bodo/Glimt percaya diri setelah leg pertama, dengan Kasper Høgh yang memimpin top skor. Duet Patrick Berg dan Ulrik Saltnes menunjukkan kerja sama yang solid.
Baca Juga: Nasib Dua Timnas Indonesia di Serie A Italia, Jay Idzes Paling Miris
Keunggulan 5-0 memberikan mental kuat bagi The Yellow Army, yang sudah merencanakan perayaan jika lolos ke fase grup Champions League.
Namun, sepak bola selalu memiliki kejutan. Klagenfurt Arena akan penuh dengan pendukung Sturm Graz, dan atmosfer intimidatif bisa menjadi faktor penentu.
Baca Juga: Sambut HUT RI, Kades Curahtatal Bagikan 2.500 Kupon JLS Gratis
Pelatih Jürgen Säumel kemungkinan akan menggunakan formasi 4-2-3-1 yang agresif, sementara Knutsen akan mempertahankan skema 4-3-3.
Secara statistik, Bodo/Glimt memiliki peluang 62,5% untuk menang sementara Sturm Graz hanya 20%. Namun, statistik tidak selalu menentukan hasil akhir; comeback mungkin terjadi dengan dukungan 28.000 fans Sturm.
Pertandingan ini bukan hanya tentang tiket Champions League, tetapi juga prestise kedua negara. Austria vs Norwegia, tradisi vs modernitas, pengalaman vs keberanian.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin