RADARSITUBONDO.ID - Perjalanan Celtic FC menuju fase grup Liga Champions 2025-26 memasuki tahap krusial. Mereka akan bertandang ke Kazakhstan melawan Kairat Almaty dalam leg kedua play-off Liga Champions, Selasa malam (26/8) pukul 23.45 WIB.
Celtic hanya bermain imbang tanpa gol di kandang pekan lalu, yang membuat penggemar kecewa. Hasil ini membuat posisi Celtic sulit menjelang laga tandang yang selalu tricky.
Pelatih Celtic, Brendan Rodgers, frustrasi dengan penampilan tim dalam leg pertama meskipun menguasai bola 75 persen dan menciptakan lebih banyak peluang. Serangan Celtic kurang efektif menghadapi pertahanan solid Kairat yang bermental underdog.
Baca Juga: Copenhagen Wajib Bangkit Lawan Basel di Leg Kedua Playoff Liga Champions UEFA 2025-26
Kairat Almaty menunjukkan kepercayaan diri tinggi meski belum disegani di Eropa. Mereka memiliki rekor baik di kandang selama kualifikasi Liga Champions, termasuk menang 3-1 atas NK Olimpija Ljubljana dan comeback 3-2 melawan KuPS.
Kairat kemungkinan akan menerapkan taktik parking the bus. Mereka sadar bahwa kualitas individu mereka tidak sebaik Celtic, sehingga kolektivitas dan disiplin taktik menjadi kunci. Mereka akan mengandalkan serangan balik dan bola mati untuk mencetak gol.
Celtic dituntut tampil lebih agresif dan kreatif. Lini tengah harus lebih produktif, dan striker harus lebih efektif di depan gawang. Tekanan psikologis akan berat, mengingat kebutuhan Celtic untuk menang demi lolos ke fase grup.
Kondisi pemain kedua tim cukup baik, meski Celtic harus hati-hati dengan jadwal padat. Setelah laga ini, mereka harus bersiap menghadapi Rangers di Old Firm Derby akhir pekan. Manajemen energi pemain menjadi tantangan bagi Rodgers.
Baca Juga: Mulai Dijual, Segini Harga Tiket Nonton Timnas Indonesia Kontra Lebanon dan Kuwait
Celtic memiliki pengalaman Eropa lebih baik, tetapi sepak bola modern menunjukkan bahwa apa pun bisa terjadi dalam satu pertandingan. Kairat punya motivasi ekstra bermain di kandang, sementara Celtic berada di bawah ekspektasi tinggi untuk lolos.
Pertandingan ini bukan hanya soal lolos ke fase grup Liga Champions. Ini adalah ujian mental dan karakter tim, yang telah mengeluarkan banyak dana untuk pemain berkualitas. Kegagalan lolos akan berdampak besar secara finansial dan prestise.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin