RADARSITUBONDO.ID - Perjuangan heroik namun sia-sia. SK Sturm Graz mengalahkan FK Bodo/Glimt 2-1 di Merkur Arena pada Rabu dini hari (27/8), tetapi gagal lolos dari playoff Liga Champions dengan agregat 6-2. Kekalahan 0-5 di leg pertama menjadi beban berat bagi tim Austria. Pelatih Jürgen Säumel berhasil membangkitkan semangat tim di depan 15.400 penonton.
Sturm Graz langsung menekan dengan formasi 4-1-2-1-2. Seedy Jatta, striker yang gagal di leg pertama, tampil lebih lapar. Sayap kanan-kiri diaktifkan untuk memberikan umpan berbahaya. Namun, Bodo/Glimt unggul lebih dulu pada menit ke-15 lewat Mathias Jørgensen. Golnya membuat harapan comeback semakin tipis.
Baca Juga: Misi Balas Dendam Celtic! Kairat Terancam Tumbang di Play-Off Leg Kedua Liga Champions UEFA 2025-26
Menjelang akhir babak pertama, karakter juara Sturm Graz terlihat. Tekanan akhirnya berbuah pada menit ke-30 ketika Seedy Jatta menyamakan kedudukan dengan gol spektakuler dari luar kotak penalti.
Di babak kedua, Ilzer melakukan pergantian taktis. Intensitas permainan meningkat, dan wasit harus menenangkan permainan yang emosional.
Momen puncak terjadi pada menit ke-73 saat Tim Oermann, pemain pengganti, mencetak gol dengan sundulan. Stadion meledak, dan harapan muncul dalam 17 menit tersisa.
Namun, harapan pupus. Meskipun Sturm terus menekan, defisit 3 gol dari leg pertama terlalu besar. Bodo/Glimt cerdik mengulur waktu.
Peluit panjang menandai akhir perjuangan Sturm Graz di Liga Champions musim ini. Pemain terduduk lemas, sementara suporter memberi standing ovation.
Bodo/Glimt berhak merayakan lolos ke fase grup Liga Champions untuk kali kedua. Tim Kjetil Knutsen akan bergabung dengan 31 klub elite Eropa lainnya.
Fokus Sturm Graz kini ke Liga Europa, di mana mereka otomatis mendapat tempat setelah tersingkir dari playoff Liga Champions. Pengalaman ini diharapkan menjadi modal untuk tampil lebih baik di kompetisi Eropa mendatang.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin