RADARSITUBONDO.ID - Padel, olahraga yang sedang populer di seluruh dunia, adalah perpaduan antara tenis dan squash. Dengan lapangan berdinding kaca dan aturan yang lebih sederhana, padel menarik jutaan penggemar dari berbagai usia.
Padel lahir pada tahun 1969 di Acapulco, Meksiko, berkat Enrique Corcuera, yang menghadapi keterbatasan lahan untuk lapangan tenis.
Corcuera mengadaptasi lapangan squash di rumahnya dengan elemen tenis, menciptakan "Paddle Corcuera". Awalnya, lapangan terbuat dari beton, dan penonton tidak bisa melihat permainan.
Enrique Corcuera mempopulerkan padel di Meksiko melalui koneksi sosialnya. Teman dekatnya, Alfonso de Hohenlohe, membantu memperkenalkan padel ke Spanyol pada awal 1970-an, dari mana olahraga ini menyebar ke Eropa.
Baca Juga: Daftar Komponen CVT yang Wajib Diganti Saat Motor Matic Gredek
Padel memiliki aturan mudah namun mendalam secara strategi. Berbeda dengan tenis, padel dimainkan dalam format ganda (empat orang), menekankan kerja sama tim.
Lapangan padel dipisahkan dengan net setinggi 88 cm. Raket padel berbeda dari raket tenis, tanpa senar, permukaannya padat dan berbentuk bulat atau tear-drop dengan lubang yang mengurangi hambatan angin. Raket terbuat dari fiberglass atau karbon, ringan dan kuat.
Padel dimainkan di lapangan lebih kecil dengan dinding, menggunakan raket padat dan bola bertekanan rendah, sementara tenis menggunakan bola bertekanan tinggi.
Baca Juga: Samsung Galaxy Tab S10 Lite Resmi di Indonesia: Review Lengkap Harga dan Spesifikasi Terbaru 2025
Sistem penilaian padel mengikuti aturan tenis, yaitu 15-30-40. Jika skor 40-40 (deuce), tim harus memenangkan dua poin berturut-turut untuk menang. Permainan menggunakan format set serupa tenis, yaitu best of three sets.
Servis padel dilakukan di bawah lengan, membuatnya lebih mudah dipelajari oleh pemula.
Perbedaan Mendasar Padel dan Tenis
Perbedaan utama adalah dinding sekeliling lapangan padel digunakan dalam permainan, sedangkan dalam tenis, bola harus tetap dalam batas lapangan. Aturan dan gaya bermain berbeda, dengan padel lebih menekankan kerja sama tim.
Padel adalah olahraga yang menyenangkan, mudah dipelajari, dan tidak menguras tenaga seperti tenis. Padel lebih mudah dikuasai, cocok untuk segala usia dan level kebugaran, sementara tenis membutuhkan keterampilan teknik dan fisik yang lebih tinggi.
Dari segi strategi, padel lebih mengandalkan dinding, sementara tenis bergantung pada kekuatan dan area jangkauan. Ini membuat padel menarik bagi mereka yang mencari olahraga mental yang tidak terlalu fisik.
Baca Juga: Galaxy Tab S10 Lite Review: Apakah Samsung Berhasil Menciptakan Tablet Mid-Range Terbaik 2025?
Mengapa Padel Begitu Populer?
Popularitas padel terus meningkat karena menawarkan kombinasi aktivitas fisik, strategi, dan aspek sosial karena selalu dimainkan berpasangan. Format yang kompak dan durasi singkat menjadikannya cocok untuk gaya hidup modern.
Padel sangat populer di Spanyol dan kini menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Kemudahan belajar dan keseruan membuat padel diminati banyak kalangan.
Padel adalah fenomena sosial yang menggabungkan kompetisi, strategi, dan kegembiraan bermain bersama. Berawal dari halaman belakang rumah di Acapulco, padel kini tumbuh menjadi salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat di dunia, menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat menciptakan revolusi global.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin