RADARSITUBONDO.ID - Setelah 27 tahun absen, Televisi Republik Indonesia (TVRI) akhirnya kembali jadi pemain utama di layar kaca sepak bola dunia.
Kabar baiknya, stasiun televisi publik ini resmi mengantongi hak siar FIFA World Cup 2026. Ya, betul gratis, tanpa biaya langganan, dan bisa ditonton siapa saja dari Sabang sampai Merauke.
Baca Juga: Kesempatan Terbatas! 5 Hari Pendaftaran PLN Group 2025 untuk Fresh Graduate hingga Magister
Dari total 104 laga, TVRI akan menayangkan 80 pertandingan secara langsung. Turnamen dijadwalkan bergulir pada 11 Juni–19 Juli 2026 dengan format anyar: 48 tim, bukan lagi 32. Jadi, makin banyak drama, gol, dan mungkin… adu jantung di menit 90+5.
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mengacungkan jempol untuk pencapaian ini. Menurutnya, masyarakat kini bisa menggelar “nobar” tanpa takut diusir satpam gara-gara masalah hak siar. Sebuah kabar melegakan bagi pecinta layar tancap hingga penjual gorengan.
Baca Juga: Tahapan Seleksi Rekrutmen Nasional PLN Group 2025: Dari Administrasi hingga Tes Kompetensi
Namun, pekerjaan rumah TVRI tak kecil. Infrastruktur penyiaran mesti dipoles, dari pemancar, studio, hingga teknologi yang sudah “menua.” DPR bahkan sudah menyiapkan tambahan anggaran agar kualitas siaran tak kalah dari stasiun swasta.
Selain hiburan, gelaran ini diyakini membawa berkah ekonomi. Warung kopi, penjual jersey, hingga UMKM penyedia layar nobar diprediksi ikut kecipratan rezeki.
Baca Juga: Tata Cara Resmi Pengibaran Bendera Setengah Tiang Menurut UU 24/2009
Dan tentu, asa terbesar: apakah Timnas Garuda bisa tembus Piala Dunia pertama kalinya? Dengan kuota peserta bertambah, peluang makin terbuka.
Bayangkan, Indonesia debut di panggung dunia, disiarkan gratis pula. Kalau itu terjadi, bisa jadi bukan hanya TVRI yang “come back,” tapi juga sejarah sepak bola nasional! (*)
Editor : Ali Sodiqin