RADARSITUBONDO.ID - Galatasaray berhasil menang dengan skor 3-0 melawan Ajax di Johan Cruyff Arena pada pertandingan keempat fase grup Liga Champions UEFA.
Kemenangan ini ditandai dengan penampilan luar biasa dari Victor Osimhen yang mencetak tiga gol dalam waktu 19 menit.
Baca Juga: Filipina Berduka, Topan Kalmaegi Tewaskan Puluhan Orang, Helikopter Penyelamat Jatuh
Penyerang asal Nigeria berusia 25 tahun ini menjadi bintang utama dalam pertandingan dengan mencetak tiga gol yang sangat bagus.
Gol pertamanya terjadi menjelang akhir babak pertama melalui sundulan tepat dari umpan Leroy Sane dari sisi kanan. Osimhen berhasil menemukan celah di antara dua bek Ajax untuk menanduk bola ke sudut gawang yang dijaga oleh Remko Pasveer.
Baca Juga: Segera Tayang! Agak Laen: Menyala Pantiku Hadir dengan Cerita Baru di Bioskop
Dua gol berikutnya berasal dari penalti. Wasit Benoit Bastien memberikan penalti pertama setelah bek Ajax, Youri Baas, melakukan handball di area terlarang.
Osimhen dengan percaya diri menendang bola ke sisi kanan kiper untuk menambah skor menjadi 2-0. Penalti kedua diberikan ketika Gerald Alders juga melakukan pelanggaran handball di kotak penalti.
Kali ini, Osimhen memilih sudut berbeda di sisi kiri Pasveer untuk melengkapi hat-trick-nya.
Baca Juga: Rayakan Hari Ayah Nasional 2025! Rekomendasi Kado Bermakna dari Budget Hemat hingga Premium
Dengan pencapaian ini, Osimhen kini sudah mencetak enam gol di Liga Champions musim ini dan mempertahankan catatan impresif dengan mencetak gol dalam tujuh pertandingan Eropa beruntun.
Penampilan hebat sang penyerang menjadi kunci kesuksesan Galatasaray yang kini mengumpulkan enam poin dari empat pertandingan.
Baca Juga: Hasil Draw AFC Futsal Asian Cup 2026: Indonesia Bertemu Korea Selatan di Grup A
Di sisi lain, Ajax harus menerima kenyataan pahit dengan kekalahan keempat berturut-turut di Liga Champions. Tim yang dilatih oleh John Heitinga saat ini terpuruk di papan bawah klasemen grup dengan nol poin dan sudah kebobolan 14 gol.
Pertahanan yang lemah dan serangan yang tidak efektif menjadi masalah besar bagi tim Belanda ini, yang sedang mengalami penurunan performa baik di liga domestik maupun di Eropa.
Kemenangan ini membawa Galatasaray ke posisi yang lebih baik dalam usaha meraih tiket ke babak 16 besar dan mengakhiri masa sulit mereka dalam pertandingan tandang di Eropa yang telah berlangsung selama 10 laga.
Editor : Ali Sodiqin