RADARSITUBONDO.ID - Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, mengambil tindakan tegas dengan mengatakan bersedia menanggung semua biaya hukum untuk mendukung Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain yang mendapatkan hukuman dari FIFA.
Keputusan berani ini disampaikan langsung kepada media sebagai bukti dukungannya pada perjuangan keadilan para pemain.
Baca Juga: Cara Mudah Cetak Kartu Keluarga Pakai Aplikasi, File PDF Langsung ke Email
"Saya akan menanggung semuanya dengan uang pribadi," kata Pemangku Sultan Johor ini saat ditanya tentang kesediannya membantu FAM dan pemain menghadapi sanksi dari organisasi sepak bola dunia.
Pernyataan kuat ini menunjukkan tekad TMJ untuk berjuang hingga akhir tanpa membebani anggaran negara.
Baca Juga: Marseille Takluk di Kandang Sendiri, Atalanta Raih Kemenangan Perdana UCL 2025/26
Masalah mulai muncul ketika FAM ditemukan mengajukan dokumen palsu untuk memvalidasi kelayakan para pemain sebelum pertandingan kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam yang dijadwalkan pada 10 Juni 2025.
FIFA kemudian memberikan hukuman berat kepada federasi sepak bola Malaysia dan bermainnya.
Baca Juga: BMKG Umumkan La Nina Lemah Melanda Indonesia Hingga Awal 2026
Hukuman dari FIFA sangat berat. FAM dikenakan denda sebesar 350 ribu franc Swiss atau sekitar Rp7,2 miliar, sementara tujuh pemain naturalisasi Malaysia masing-masing didenda 2 ribu franc Swiss (Rp41 juta) dan dilarang bermain selama satu tahun.
Tujuh pemain yang terlibat adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Baca Juga: Rahasia di Balik Tanggal 6 November yang Jarang Diketahui Publik
TMJ tidak diam saja menghadapi keputusan FIFA. Di unggahan Instagram-nya, dia menegaskan bahwa FIFA telah menyalahgunakan peraturan, karena Artikel 22 seharusnya hanya menghukum mereka yang memalsukan atau menggunakan dokumen palsu, tetapi tidak bisa berlaku untuk semua pemain.
Pemilik klub Johor Darul Ta'zim (JDT) ini menganggap hukuman ini lebih berkaitan dengan politik daripada hukum yang jelas.
Langkah selanjutnya adalah membawa masalah ini ke tingkat internasional. Kasus ini akan dibawa ke Mahkamah Timbang Tara Sukan (CAS), yang merupakan badan independen, sebagai usaha terakhir untuk mencari keadilan.
TMJ menunjukkan keberaniannya dengan mengatakan tidak takut akan kemungkinan balasan dari FIFA atas kritiknya yang keras terhadap keputusan yang kontroversial ini.
Editor : Ali Sodiqin