RADARSITUBONDO.ID - Timur Kapadze, seorang pria yang lahir di Fergana pada 5 September 1981, sekarang tengah menjadi perhatian dalam dunia sepak bola Asia.
Ia adalah keturunan Turki Meskhetian dan anak dari Takhir Kapadze, seorang pelatih sepak bola dari keluarga Georgia-Turki yang terpaksa pindah ke Asia Tengah selama masa Soviet.
Baca Juga: Hari Ayah Nasional 2025, Memahami Sejarah dan Cara Bermakna Merayakannya
Karier sepak bola Kapadze sebagai pemain dimulai pada tahun 1998 bersama Neftchi Ferghana, klub di mana ia mendapatkan medali emas di Liga Utama Uzbekistan pada tahun 2001.
Puncak kariernya terjadi ketika bergabung dengan Bunyodkor pada tahun 2008, klub yang mendatangkan pemain bintang seperti Rivaldo dan Server Djeparov.
Bersama Bunyodkor, ia berhasil memenangkan tiga gelar juara berturut-turut dan mencapai babak semifinal di Liga Champions AFC tahun 2008.
Baca Juga: Ide Kado Praktis dan Berkesan di Hari Ayah Nasional 2025
Sebagai pemain internasional, Kapadze telah mewakili timnas Uzbekistan sebanyak 119 kali dan mencetak 10 gol. Ia adalah satu-satunya pemain berdarah Georgia yang bermain di empat edisi Piala Asia AFC, termasuk saat Uzbekistan mencapai semifinal pada tahun 2011.
Karier bermainnya berakhir dengan manis di final Piala Uzbekistan pada 4 Desember 2017, di mana Lokomotiv Tashkent mengalahkan Bunyodkor dengan skor 1-0.
Baca Juga: Bukan Lagi Probowangi, Jalan Tol Prosiwangi Resmi Diperkenalkan Jadi Nama Baru
Ia beralih ke dunia kepelatihan pada bulan Februari 2018 ketika ditunjuk sebagai pelatih sementara timnas Uzbekistan. Prestasi besar mulai diraihnya pada bulan Januari 2025 saat ia mengambil alih tugas setelah Srečko Katanec mundur karena masalah kesehatan.
Dalam delapan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026, ia meraih lima kemenangan dan tiga hasil imbang tanpa pernah kalah, membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Sebelumnya, Kapadze juga berhasil mengantarkan timnas Uzbekistan U-23 lolos ke Olimpiade Paris 2024 untuk pertama kalinya.
Namun, pada bulan Oktober 2025, ia menjadi asisten pelatih setelah Fabio Cannavaro diangkat sebagai pelatih utama, dan akhirnya mengundurkan diri pada bulan November 2025.
Kapadze dikenal dengan gaya permainan menyerang yang menggunakan formasi 4-3-3 dan telah mendapatkan lisensi Pro UEFA.
Kemampuannya dalam mengembangkan pemain muda dan gaya kepelatihannya yang modern membuat namanya menjadi kandidat kuat sebagai pelatih timnas Indonesia.
Editor : Ali Sodiqin