Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Formasi 3-4-2-1 Sang Maestro John Herdman, Akankah Indonesia Menggila di Asia?

Bayu Shaputra • Minggu, 4 Januari 2026 | 12:15 WIB
John Herdman.
John Herdman.

RADARSITUBONDO.ID - PSSI secara resmi telah memilih John Herdman untuk menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia dan U-23 dengan kontrak selama dua tahun, disertai opsi perpanjangan dua tahun lagi.

Keputusan ini merupakan hal positif setelah Patrick Kluivert mundur tanpa berhasil membawa Tim Garuda ke Piala Dunia 2026.

Pelatih berusia 50 tahun dari Inggris ini merupakan yang pertama kali mampu mengantarkan tim nasional pria dan wanita dari negara yang sama ke Piala Dunia.

Keberhasilannya yang luar biasa bersama Kanada menjadi alasan utama PSSI percaya padanya untuk membangun dasar yang kompetitif dalam jangka panjang.

 Baca Juga: Kerala Blasters Lepas Sang Kapten, Adrian Luna Gelandang Uruguay Dirumorkan ke Persib?

Pendekatan Taktis yang Praktis

Herdman terkenal dengan metode taktik yang adaptif dan tidak kaku. Formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1 adalah sistem pilihan utamanya, yang memanfaatkan wing-back agresif di kedua sisi untuk menciptakan ancaman melalui serangan cepat.

Namun, ia pun tidak terikat pada satu formasi saja. Saat menghadapi tim yang lebih kuat, Herdman siap beralih ke formasi empat bek seperti 4-4-2 atau 4-3-3 demi meningkatkan stabilitas pertahanan.

Pendekatan praktis Herdman sangat terlihat saat melatih Kanada, di mana timnya memiliki rata-rata penguasaan bola 48 persen, tetapi tetap menunjukkan efektivitas dengan permainan langsung dan transisi cepat.

Gaya bermain seperti ini sangat cocok untuk Indonesia yang memiliki banyak bek tengah berkualitas seperti Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho.

 Baca Juga: 62 Kasus Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Begini Cara Mencegah Penularannya

Kesamaan dengan Era Shin Tae-yong

Masyarakat Indonesia merasa akrab dengan pendekatan Herdman yang mirip dengan gaya Shin Tae-yong. Formasi tiga bek yang menjadi pilihan utama Herdman sama dengan era Shin yang sering menggunakan formasi 3-4-3.

Bedanya, Herdman lebih mampu beradaptasi dengan taktik yang berubah dalam pertandingan.

Keunikan taktis Herdman terletak pada penempatan dua gelandang serang di belakang satu striker, yang merupakan posisi ideal bagi pemain-pemain teknis seperti Miliano Jonathans dan Ragnar Oratmangoen.

Kevin Diks dan Calvin Verdonk diperkirakan akan menjadi wing-back utama yang memanfaatkan ruang kosong di kedua sisi lapangan.

Komitmen Jangka Panjang PSSI

Komite Eksekutif PSSI berkomitmen penuh bahwa Herdman akan tetap sampai kontraknya berakhir, apapun hasilnya.

Ketegasan ini menunjukkan bahwa PSSI mulai memikirkan dengan serius untuk membangun proyek yang berkelanjutan, tidak lagi mengganti pelatih dalam waktu yang singkat.

Saat pertama kali melatih Kanada, tim tersebut berada di peringkat 120 FIFA, hampir setara dengan Indonesia yang saat ini berada di posisi 122.

Herdman telah menunjukkan kemampuannya dalam meningkatkan performa tim dengan kualitas yang serupa, dan berhasil membawa Kanada lolos ke Piala Dunia setelah menunggu selama 36 tahun.

 Baca Juga: KUHAP dan KUHP Terbaru Resmi Berlaku Hari Ini

Dengan pengalaman dalam membangun tim mulai dari awal dan rekam jejak yang menarik di level internasional, kehadiran John Herdman diharapkan akan memberikan harapan besar bagi Skuad Garuda.

Target untuk lolos ke Piala Dunia 2030 bukan lagi sekadar impian, melainkan tantangan yang dapat dicapai dengan strategi yang matang dan kesabaran dalam prosesnya.

Editor : Ali Sodiqin
#John Herdman #timnas indonesia #Piala Dunia 2030