Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Wacana Pencabutan Sanksi Rusia Menuai Kecaman Keras dari Ukraina

Bayu Shaputra • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:30 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Presiden FIFA, Gianni Infantino.

RADARSITUBONDO.ID - Menteri Olahraga Ukraina, Matvii Bidnyi, melontarkan kritik tajam kepada Presiden FIFA Gianni Infantino terkait dorongannya agar sanksi terhadap Rusia dicabut.

Seperti diketahui, sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022, seluruh tim nasional sepak bola Rusia di berbagai kelompok usia dilarang tampil di kompetisi resmi di bawah naungan FIFA dan UEFA.

Akibat kebijakan tersebut, Rusia dipastikan absen dari sejumlah ajang besar, termasuk Piala Dunia 2022 dan 2026, serta Euro 2024. Namun, setelah hampir empat tahun berjalan, Infantino menilai sanksi itu tidak membuahkan dampak positif.

Dalam wawancara dengan Sky Sports, Infantino menyebut larangan tersebut justru memicu rasa frustrasi dan kebencian. Ia berpendapat sepak bola seharusnya tidak dijadikan alat untuk menghukum kesalahan para pemimpin politik. Menurutnya, anak-anak Rusia tetap perlu diberi kesempatan bermain sepak bola di negara-negara Eropa sebagai bentuk jembatan kemanusiaan.

 Baca Juga: Demi Keselamatan, China Larang Gagang Pintu Tersembunyi di Mobil Listrik

Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi keras dari Ukraina. Bidnyi menilai sikap Infantino tidak bertanggung jawab dan terkesan kekanak-kanakan karena mencoba memisahkan sepak bola dari realitas perang, di mana anak-anak menjadi korban kekerasan.

Bidnyi mengungkapkan, sejak invasi Rusia dimulai, lebih dari 100 pesepakbola Ukraina serta lebih dari 550 atlet dan pelatih dilaporkan tewas akibat serangan militer Rusia. Fakta ini, menurutnya, tak bisa diabaikan begitu saja dalam diskusi soal sanksi olahraga.

 Baca Juga: Di Tengah Tekanan Trump, Presiden Meksiko Berjanji Kirim Bantuan ke Kuba

Nada serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha. Ia menegaskan bahwa sebanyak 679 anak Ukraina, baik perempuan maupun laki-laki, telah kehilangan nyawa dan tidak akan pernah lagi merasakan bermain sepak bola.

Sybiha bahkan membandingkan wacana pencabutan sanksi tersebut dengan Olimpiade 1936 di Jerman era Nazi, yang diyakininya kelak akan dikenang sebagai noda sejarah.

Bidnyi pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa selama Rusia masih terus membunuh warga Ukraina dan menjadikan olahraga sebagai alat politik, bendera serta simbol nasional Rusia tidak pantas hadir di tengah komunitas yang menjunjung nilai keadilan, integritas, dan fair play.

Editor : Ali Sodiqin
#Matvii Bidnyi #Sanksi Rusia #Menteri Olahraga Ukraina