Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

PSIM Yogyakarta Jamu Persis Solo dalam Derby Mataram Jumat Sore

Bayu Shaputra • Jumat, 6 Februari 2026 | 13:24 WIB
Sesi latihan PSIM Jogja jelang derby Mataram.
Sesi latihan PSIM Jogja jelang derby Mataram.

RADARSITUBONDO.ID - Laga PSIM kontra Persis selalu menghadirkan atmosfer panas dan menyedot perhatian pencinta sepak bola nasional. Rivalitas panjang yang bermula sejak kedua tim masih bersaing di level kompetisi bawah kini kembali tersaji di kasta tertinggi Liga Indonesia.

Pada pertemuan pertama musim ini, tepatnya di pekan ke-12, kedua kesebelasan harus berbagi poin usai bermain imbang 2-2 di Stadion Manahan, Solo. Kali ini, PSIM berstatus tuan rumah dan berambisi mengamankan poin penuh di hadapan pendukung sendiri.

 Baca Juga: Xi Jinping Minta Trump Berhati-hati dalam Penjualan Senjata ke Taiwan

Meski demikian, performa kedua tim menjelang Derby Mataram belum sepenuhnya meyakinkan. PSIM Yogyakarta tengah mengalami tren negatif setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Persebaya Surabaya (0-3) dan Borneo FC (1-2).

Rentetan hasil tersebut membuat tim promosi itu turun ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 30 poin dari 19 laga.

Masalah lain juga menghantui Laskar Mataram, khususnya di sektor depan. Striker asing Nermin Haljeta belum juga membuka keran golnya, sehingga efektivitas serangan menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi tim pelatih.

 Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Sejumlah Rumah Rusak

Situasi Persis Solo bahkan lebih mengkhawatirkan. Laskar Sambernyawa gagal mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir dan kini terjebak di zona degradasi. Persis menelan kekalahan identik 0-1 saat menjamu Borneo FC dan Persib Bandung di Stadion Manahan.

Menyadari tingginya tensi pertandingan, Panitia Pelaksana PSIM memastikan penerapan pengamanan ekstra. Faktor keamanan menjadi prioritas utama mengingat kuatnya rivalitas antarsuporter kedua tim.

Pekan ke-20 BRI Super League sendiri akan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Februari 2026, dengan total sembilan pertandingan. Selain Derby Mataram, laga Persib Bandung melawan Malut United pada Jumat malam serta duel klasik Persija Jakarta kontra Arema FC di SUGBK, Minggu malam, juga menjadi magnet perhatian.

Derby Mataram kali ini diprediksi berlangsung ketat. Efektivitas penyelesaian akhir dan kemampuan memaksimalkan peluang kecil diyakini akan menjadi pembeda, mengingat PSIM dan Persis sama-sama tengah bermasalah dalam urusan mencetak gol.

Editor : Ali Sodiqin
#PSIM Yogyakarta #Persis Solo #Derby Mataram