RADARSSITUBONDO.ID - Performa Manchester United menunjukkan grafik menanjak sejak ditangani Michael Carrick sebagai pelatih interim pada Januari lalu. Ia dipercaya menggantikan Ruben Amorim yang diberhentikan manajemen klub.
Di bawah arahan mantan gelandang Setan Merah itu, United langsung tampil impresif. Empat kemenangan beruntun sukses diraih sebelum akhirnya ditahan imbang West Ham United 1-1 pada pertengahan Februari. Dari lima laga, MU mengoleksi 13 poin dari total 15 angka yang tersedia.
Awal kepemimpinan Carrick terbilang sensasional. Ia membawa timnya menumbangkan Manchester City, Arsenal, Fulham, dan Tottenham Hotspur secara beruntun. Kemenangan atas City dan Arsenal menjadi sinyal kuat bahwa perubahan yang dibawanya bukan sekadar efek kejut.
Baca Juga: ByteDance Luncurkan Doubao 2.0: Pesaing Berat GPT 5.2 dengan Harga Kali Lebih Murah
Pendekatan taktis yang lebih pragmatis dengan skema empat bek dinilai memberi keseimbangan baru. Peran bek sayap lebih optimal, sementara kepercayaan diri para pemain kembali terangkat.
Saat ini, MU menempati peringkat keempat klasemen Liga Inggris. Mereka unggul satu poin atas Chelsea di posisi kelima. Namun, jarak dengan Aston Villa masih terpaut lima poin, serta delapan poin dari Manchester City di urutan kedua. Persaingan menuju zona Liga Champions pun dipastikan berlangsung ketat hingga akhir musim.
Meski membawa dampak positif, Carrick belum dianggap sebagai kandidat utama pelatih permanen. Nama Thomas Tuchel yang kini menangani Timnas Inggris disebut-sebut menjadi pilihan manajemen untuk kursi tetap di Old Trafford setelah Piala Dunia Juli mendatang.
Baca Juga: Viral! Rekaman CCTV Tangkap Detik-detik Tembok Roboh Hantam SMPN 182 Jaksel
Situasi ini membuat Carrick sadar betul bahwa masa depannya sangat bergantung pada hasil akhir musim. Targetnya jelas: membawa MU finis di empat besar dan mengamankan tiket Liga Champions.
Legenda klub, Gary Neville, mengingatkan bahwa persaingan papan atas bisa berubah dengan cepat. Senada, mantan kiper Ben Foster menilai laga kontra Aston Villa pada pertengahan Maret akan menjadi ujian besar, mengingat Villa masih menyimpan ambisi balas dendam setelah gagal lolos ke Liga Champions musim lalu akibat kekalahan 0-2 di Old Trafford.
Baca Juga: Akses Siswa Terancam! Jembatan Rapuh Menuju SDN 7 Dusun Berkong Arjasa Mendesak Diperbaiki
Carrick kini memiliki waktu sekitar dua pekan untuk melakukan evaluasi sebelum menghadapi Everton pada 24 Februari. Fokus pembenahan diarahkan pada pola permainan saat menguasai bola serta memaksimalkan kontribusi striker muda Benjamin Sesko yang mulai tampil menentukan lewat gol-gol pentingnya.
Dengan 12 pertandingan tersisa di Liga Inggris, perjalanan Carrick bersama MU memasuki fase penentuan. Keberhasilan mengantar Setan Merah kembali ke Liga Champions bukan hanya menentukan nasibnya di kursi pelatih, tetapi juga menjadi tolok ukur proyek besar INEOS dalam mengembalikan kejayaan klub.
Editor : Ali Sodiqin