RADARSITUBONDO.ID - Bek andalan Timnas Indonesia, Sandy Walsh, menorehkan capaian membanggakan di level klub. Pemain berusia 30 tahun itu sukses mengantar Buriram United melangkah ke babak 16 besar AFC Champions League Elite musim 2025/2026.
Ia pun menjadi satu-satunya representasi Indonesia yang masih bertahan di kompetisi antarklub paling prestisius di Asia tersebut.
Kepastian lolos ke fase gugur diraih setelah Buriram United menumbangkan Shanghai Shenhua dengan skor 2-0 di Chang Arena, Selasa malam. Dua gol kemenangan tuan rumah lahir dari sundulan Curtis Good serta tendangan voli Suphanat Mueanta.
Baca Juga: 1.500 UMKM Ajukan Vorsa, Cuma 5 yang Cair! Banyak Tertolak karena Tanggungan Bank dan BI Checking
Dalam laga tersebut, Walsh dipercaya tampil sebagai starter di posisi bek kanan. Ia bermain selama 62 menit sebelum digantikan Ruben Sanchez.
Penampilannya terbilang solid dengan raihan rating 7,6 versi Sofascore, mencerminkan kontribusi pentingnya dalam menjaga keseimbangan lini pertahanan.
Tambahan tiga poin memastikan Buriram menutup fase liga di peringkat keempat klasemen zona Timur dengan koleksi 14 angka dari delapan pertandingan. Sepanjang fase tersebut, Walsh tampil dalam lima pertandingan dan berperan penting menjaga stabilitas pertahanan tim.
Sebagai klub yang mendominasi kompetisi domestik Thailand dalam 15 tahun terakhir, Buriram kini membidik pencapaian lebih tinggi di level Asia.
Sejauh ini, torehan terbaik mereka di kompetisi kontinental baru mencapai babak perempat final pada edisi 2013 dan 2024/2025. Kehadiran Walsh diharapkan mampu membawa tim melampaui catatan tersebut dan mencetak sejarah baru.
Usai memastikan tiket ke babak 16 besar, Walsh menunjukkan ambisi besarnya melalui unggahan di Instagram. “Selesaikan sesuatu di China. Tetap fokus dan haus akan lebih banyak lagi,” tulis pemain kelahiran Belanda yang telah dinaturalisasi menjadi WNI tersebut.
Pesan itu menegaskan tekadnya untuk tidak cepat puas. Fokus kini tertuju pada fase knock-out, di mana persaingan dipastikan semakin ketat dan menuntut konsistensi lebih tinggi dari seluruh pemain.
Editor : Ali Sodiqin