RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan sepak bola Asia Tenggara kembali memanas. Media Malaysia, MYNewsHub, melayangkan tudingan serius kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Ia dituduh menjadi sosok di balik pelaporan dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Malaysia kepada FIFA pada pertengahan Februari 2026.
Dalam laporan yang terbit pada 15 Februari 2026, MyNewsHub menyebut bahwa meski secara resmi pengaduan diajukan oleh Federasi Sepak Bola Vietnam, peran sentral dalam pengumpulan dan pengiriman dokumen disebut-sebut berasal dari pihak yang berkaitan dengan Erick Thohir.
Media tersebut bahkan menggunakan istilah “baling batu sembunyi tangan” untuk menggambarkan dugaan keterlibatan sang Ketua Umum PSSI.
Baca Juga: Proses Naturalisasi Ciro Alves Makin Dekat, Siap Perkuat Garuda di FIFA Series?
Mengutip dari salah satu media Malaysia, MYNewsHub menuliskan bahwa Erick diduga mengutus perwakilan untuk menyerahkan dokumen-dokumen pendukung secara tidak langsung.
Sumber itu menyebut Vietnam memang mengajukan laporan resmi, tetapi berkas-berkas penting disebut berasal dari pihak yang terafiliasi dengan Erick.
Media tersebut juga menilai ada motif persaingan di balik dugaan langkah tersebut. Mereka menyinggung performa Timnas Malaysia yang dinilai mengalami peningkatan signifikan dan dianggap mulai melampaui capaian Indonesia.
Selain itu, MyNewsHub menyoroti ketidaksenangan terhadap peran aktif Pemangku Sultan Johor dalam memajukan sepak bola Malaysia.
Baca Juga: Nyalip Lewat Kiri, Remaja 17 Tahun Tewas Terlindas Truk Traktor di Besuki Situbondo
Sebelumnya, isu serupa telah mencuat sejak September 2025. Namun Erick Thohir secara tegas membantah segala tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa PSSI tidak melakukan intervensi terhadap urusan federasi negara lain.
“Kami tidak intervensi, tidak ikut campur isu-isu negara lain. Kita harus menghargai semua negara di Asia Tenggara ketika ingin olahraganya maju,” ujar Erick dalam pernyataan sebelumnya.
Kasus ini berawal dari sanksi yang dijatuhkan FIFA pada September 2025 terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Federasi tersebut dinyatakan bersalah atas pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.
FAM dikenai denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp6,4 miliar. Sementara itu, tujuh pemain yang terlibat dijatuhi larangan tampil selama 12 bulan.
Namun, sanksi tersebut kini tengah ditangguhkan oleh Court of Arbitration for Sport (CAS) menyusul proses banding yang masih berjalan hingga Februari 2026.
Polemik ini diprediksi dapat memengaruhi dinamika hubungan sepak bola di kawasan ASEAN. Publik pun menantikan hasil akhir proses hukum untuk memastikan validitas tudingan yang menyeret nama Erick Thohir di tengah panasnya rivalitas sepak bola Asia Tenggara.
Editor : Ali Sodiqin