RADARSITUBONDO.ID - Timnas Jepang menghadapi situasi pelik menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Tiga pemain kunci mereka dilaporkan mengalami cedera serius yang berpotensi membuat skuad Samurai Biru tampil pincang di turnamen bergengsi tersebut.
Kabar paling mengkhawatirkan datang dari lini depan. Striker andalan Jepang, Takumi Minamino, dipastikan menepi cukup lama setelah mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL).
Insiden itu terjadi saat ia membela AS Monaco menghadapi AJ Auxerre di ajang Coupe de France pada akhir Desember 2025. Tim medis Jepang memperkirakan pemulihan sang striker belum akan tuntas hingga turnamen dimulai pada Juni mendatang.
Baca Juga: Bintang Grey's Anatomy, Eric Dane Tutup Usia di 53 Tahun
Belum reda kekhawatiran tersebut, Jepang kembali menerima kabar kurang sedap dari kapten tim, Wataru Endo. Gelandang milik Liverpool FC itu mengalami cedera pergelangan kaki ketika menghadapi Sunderland AFC pada 12 Februari 2026.
Endo yang diplot sebagai bek sayap kanan harus ditarik keluar pada menit ke-68 dalam kondisi kesakitan. Hingga kini belum ada kepastian soal lamanya pemulihan, namun peluangnya tampil di Piala Dunia disebut sangat kecil.
Situasi serupa juga menimpa winger kreatif Jepang, Takefusa Kubo. Pemain milik Real Sociedad itu mengalami cedera hamstring saat tampil di kompetisi LaLiga.
Ia harus ditandu keluar saat menghadapi FC Barcelona pada 19 Januari 2026 dan telah absen dalam beberapa laga terakhir. Meski peluang pulih masih terbuka, kondisi Kubo belum sepenuhnya meyakinkan.
Baca Juga: Barang Hilang dan Luka Batin, Alasan Nenek Elina Menolak Restorative Justice
Ketiga pemain tersebut selama ini menjadi fondasi kekuatan Jepang. Minamino dikenal sebagai sumber gol utama, Endo berperan sebagai pemimpin sekaligus penyeimbang lini tengah, sedangkan Kubo menjadi motor serangan dengan kreativitasnya.
Kehilangan mereka tentu menjadi pukulan berat bagi ambisi Jepang yang ingin melampaui pencapaian babak 16 besar pada edisi sebelumnya.
Pelatih Hajime Moriyasu kini dituntut bergerak cepat mencari solusi. Ia harus menemukan sosok pengganti yang mampu menjaga stabilitas permainan sekaligus membangun kembali chemistry tim dalam waktu yang kian sempit.
Tantangan semakin berat karena Jepang tergabung di Grup F bersama Belanda dan Tunisia. Dengan kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal, Samurai Biru wajib segera bangkit jika tidak ingin target besar mereka di Piala Dunia 2026 hanya berakhir sebagai wacana.
Editor : Ali Sodiqin