RADARSITUBONDO.ID - Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, menghadapi tantangan fisik yang tidak ringan pada Ramadan tahun ini.
Pemain berusia 18 tahun tersebut dijadwalkan tampil dalam empat pertandingan beruntun La Liga sembari menjalankan ibadah puasa penuh.
Empat laga tersebut mempertemukan Barcelona dengan Levante, Villarreal, Athletic Club, dan Sevilla. Seluruh pertandingan digelar pukul 16.15 waktu setempat, saat matahari masih tinggi di langit Spanyol. Waktu berbuka sendiri baru tiba sekitar pukul 18.30 hingga 19.00 sepanjang Februari dan Maret.
Baca Juga: Persija Tekuk PSM 2-1, Macan Kemayoran Tempel Ketat Persib di Puncak
Artinya, Yamal harus menjalani pemanasan hingga 90 menit pertandingan tanpa asupan makanan maupun minuman. Situasi ini berbeda dengan laga malam hari seperti Copa del Rey yang biasanya dimulai pukul 21.00, di mana pemain masih memiliki kesempatan berbuka sebelum pertandingan.
Pelatih Hansi Flick tetap menaruh kepercayaan besar kepada Yamal dengan memasangnya sebagai starter.
Peran sang winger dinilai vital dalam skema serangan Barcelona musim ini. Hingga kini, Yamal telah mengoleksi 15 gol dan 13 assist dari total 32 penampilan di berbagai ajang.
Kepercayaan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri, baik secara fisik maupun mental. Namun, Barcelona bukan tanpa pengalaman. Beberapa pemain Muslim seperti Ousmane Dembele, Franck Kessie, dan Ansu Fati pernah menjalani situasi serupa dengan dukungan penuh dari klub.
Baca Juga: Magang Kemensetneg Kuartal II 2026 Dibuka untuk SMK hingga S1
Tim medis dan staf pelatih telah menyusun program khusus untuk menjaga kondisi Yamal. Fokus utama terletak pada pola makan dan hidrasi saat malam hari. Asupan nutrisi dirancang padat gizi dan diberikan secara terdistribusi selama waktu non-puasa.
Selain itu, tim medis memastikan kebutuhan cairan terpenuhi sebelum fajar dengan tambahan elektrolit. Menu sahur pun disesuaikan agar tidak berlebihan, sehingga tidak mengganggu kualitas tidur maupun proses pemulihan tubuh.
Yamal mengungkapkan dirinya rutin bangun sekitar pukul 04.00 untuk sahur dengan menu yang telah disiapkan tim nutrisi klub. Ia juga mengonsumsi pil elektrolit guna membantu menjaga daya tahan tubuh dan meminimalisasi rasa haus saat bertanding di sore hari.
Dengan persiapan matang dari klub serta disiplin tinggi sang pemain, Barcelona berharap Yamal tetap mampu tampil optimal dalam periode krusial musim ini tanpa harus mengesampingkan kewajiban ibadahnya.
Editor : Ali Sodiqin