RADARSITUBONDO.ID - Performa Juventus memasuki fase paling suram musim ini. Si Nyonya Tua hanya mampu mengamankan satu poin dari lima laga terakhir di semua ajang. Empat pertandingan lainnya berujung kekalahan yang semakin memperdalam krisis.
Teranyar, Bianconeri tumbang 0-2 dari Como di Allianz Stadium pada 21 Februari 2026. Hasil tersebut menjadi kekalahan kandang pertama sejak Maret 2025 sekaligus mempertegas kondisi tim yang tengah limbung.
Rentetan hasil buruk itu diawali saat Juventus dihajar Atalanta dengan skor 0-3. Setelah itu, mereka hanya mampu bermain imbang 2-2 kontra Lazio, satu-satunya hasil positif dalam periode kelam ini.
Baca Juga: Magang Kemensetneg Kuartal II 2026 Dibuka untuk SMK hingga S1
Petaka berlanjut ketika Juventus takluk 2-3 dari Inter Milan pada pekan ke-25 Liga Italia. Di kancah Eropa, mereka bahkan dipermak Galatasaray 2-5 pada babak play-off Liga Champions.
Pelatih Luciano Spalletti tak menampik timnya sedang dihantui persoalan mental. Menurutnya, tekanan akibat serangkaian hasil negatif membuat para pemain kehilangan kepercayaan diri.
“Lawan terbesar kami adalah diri sendiri,” ujarnya tegas.
Dalam laga melawan Como, gol cepat Mergim Vojvoda pada menit ke-11 lahir dari kesalahan fatal Weston McKennie yang gagal diantisipasi kiper Michele Di Gregorio. Situasi itu seakan menjadi gambaran rapuhnya konsentrasi Juventus musim ini.
Baca Juga: Motorola Razr 60 Resmi Hadir di Indonesia 25 Februari, Ponsel Lipat Stylish Harga Rp11 Jutaan
Catatan statistik pun tak berpihak. Juventus sudah 13 kali kebobolan gol pertama sepanjang musim, angka yang menunjukkan lemahnya fokus sejak awal pertandingan. Kondisi semakin berat karena badai cedera yang menimpa skuad.
Pierre Kalulu harus absen akibat sanksi larangan bermain. Sementara Gleison Bremer, Emil Holm, Dusan Vlahovic, dan Arek Milik masih berkutat dengan cedera. Penyerang Jonathan David juga belum menunjukkan performa terbaiknya.
Di klasemen sementara, Juventus kini tertahan di peringkat kelima dengan 46 poin. Posisi mereka rawan tergeser karena hanya unggul satu angka dari Como yang menguntit di bawahnya.
Gelandang Khephren Thuram menyuarakan kekecewaan sekaligus tuntutan agar tim segera bangkit. Tantangan berat sudah menanti, termasuk duel penting kontra Galatasaray di Liga Champions serta laga melawan Roma di Serie A pekan depan.
Jika tak segera berbenah, ambisi besar Bianconeri musim ini berpotensi tinggal mimpi. Krisis bukan lagi sekadar ancaman, melainkan kenyataan yang harus segera mereka atasi.
Editor : Ali Sodiqin