RADARSITUBONDO.ID - Kesempatan emas menghampiri kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu berpeluang besar menjadi pilihan utama di bawah mistar Ajax Amsterdam setelah kiper utama mereka, Vitezslav Jaros, dipastikan menepi hingga akhir musim.
Jaros mengalami cedera ligamen anterior lutut (ACL) saat sesi latihan pada Jumat (20/2/2026). Kiper asal Republik Ceko yang dipinjam dari Liverpool FC itu harus menjalani operasi usai hasil pemeriksaan medis menunjukkan kerusakan serius pada lututnya. Pihak klub telah mengonfirmasi bahwa Jaros tidak akan kembali bermain musim ini.
Sejak didatangkan pada musim panas lalu, Jaros langsung menjadi andalan di bawah mistar gawang De Godenzonen. Kiper 24 tahun itu mencatatkan 26 penampilan di semua kompetisi dengan torehan lima clean sheet di ajang Eredivisie.
Meski sempat tergeser oleh Remko Pasveer pada era pelatih John Heitinga, Jaros kembali dipercaya sebagai starter saat tim ditangani Fred Grim.
Baca Juga: Jadwal Maghrib Situbondo Hari Ini 21 Februari 2026
Situasi berubah drastis setelah Pasveer hengkang ke Heracles Almelo pada bursa transfer Januari. Ajax kemudian mendatangkan Paes dari FC Dallas sebagai solusi di sektor penjaga gawang.
Paes, yang memiliki pengalaman 128 pertandingan bersama Dallas, sudah masuk skuad saat Ajax menghadapi Fortuna Sittard pekan lalu. Media Belanda memprediksi debutnya akan terjadi saat Ajax menjamu mantan klubnya, NEC Nijmegen, di Johan Cruijff ArenA pada Sabtu malam.
Baca Juga: Persija Tekuk PSM 2-1, Macan Kemayoran Tempel Ketat Persib di Puncak
Cedera Jaros menambah daftar panjang masalah kebugaran yang dialami Ajax musim ini. Sebelumnya, Oleksandr Zinchenko juga mengalami cedera lutut serius saat laga kontra Fortuna dan kini menjalani rehabilitasi.
Saat ini, Ajax dan NEC sama-sama mengoleksi 42 poin dalam perburuan posisi kedua klasemen Eredivisie, yang menjadi batas aman untuk meraih tiket ke Liga Champions musim depan. Situasi ini membuat peran Paes diprediksi sangat krusial dalam menentukan nasib Ajax di sisa kompetisi.
Editor : Ali Sodiqin