Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Semen Padang Resmi Pecat Dejan Antonic Usai Ditahan PSIM, Kabau Sirah Terpuruk di Zona Degradasi

Bayu Shaputra • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:04 WIB

Semen Padang resmi memecat  Dejan Antonic.
Semen Padang resmi memecat Dejan Antonic.

RADARSITUBONDO.ID - Manajemen Semen Padang FC resmi memberhentikan pelatih kepala Dejan Antonic pada Kamis (5/3/2026) dini hari. Keputusan tersebut diambil setelah tim berjuluk Kabau Sirah gagal meraih kemenangan saat menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Liga Super Indonesia.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (4/3/2026) malam, kedua tim harus puas berbagi angka setelah pertandingan berakhir tanpa gol, 0-0.

Hasil tersebut menjadi titik akhir perjalanan Dejan Antonic bersama Kabau Sirah. Manajemen klub menilai performa tim di bawah posisi pelatih asal Serbia itu belum mampu mengangkat Semen Padang dari zona degradasi.

Baca Juga: Update Lengkap Harga Emas 5 Maret 2026: Antam Naik, Buyback Melonjak, Perhiasan dan Pegadaian Stabil, Dunia Tembus USD 5.120

Pengumuman pemecatan Dejan Antonic disampaikan melalui akun Instagram resmi klub pada Kamis dini hari. Dalam unggahan tersebut, manajemen menampilkan foto sang pelatih disertai ucapan terima kasih atas kontribusinya selama menukangi tim.

"Kebersamaan Tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir. Keputusan ini diambil Manajemen Semen Padang FC setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan Komisaris dan Penasehat Tim," demikian bunyi pernyataan resmi klub.

Keputusan ini menandai berakhirnya masa kerja Dejan Antonic yang baru berlangsung sekitar lima bulan sejak bergabung dengan Semen Padang.

Baca Juga: Tol Pintu Besuki Dibuka Fungsional Mulai 13 Maret 2026, Siap Urai Lonjakan Arus Mudik Lebaran!

Hasil melawanimbang PSIM sebenarnya menjadi pukulan besar bagi Semen Padang. Pasalnya, mereka memiliki peluang emas untuk meraih tiga poin setelah tim tamu harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-38.

Gelandang PSIM, Fahreza Sudin, diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras. Keunggulan jumlah pemain tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Semen Padang untuk menekan pertahanan lawan.

Namun sepanjang sisa pertandingan, lini serang Kabau Sirah gagal memaksimalkan peluang yang tercipta. Sejumlah peluang yang diperoleh tidak mampu mengkonversi menjadi gol hingga peluit panjang berbunyi.

Kondisi tersebut membuat manajemen klub mengambil langkah tegas dengan mengakhiri kerja sama bersama Dejan Antonic.

Baca Juga: Pemenang Lelang SPBU Landangan Tak Bisa Kuasai Aset, KPRI Raung Ancam Bongkar Bangunan!

Sinyal pemecatan Dejan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa pekan sebelumnya. Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, sempat memberikan ultimatum keras setelah kekalahan telak 0-4 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-23.

Melalui akun Instagram pribadinya, Andre menyampaikan bahwa posisi pelatih akan dievaluasi jika Semen Padang gagal meraih kemenangan saat menghadapi PSIM.

Ultimatum tersebut akhirnya benar-benar terjadi setelah Kabau Sirah hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Baca Juga: Puluhan Gedung KDMP di Situbondo Dibangun Tanpa Izin PBG, DPUPP Tegaskan Tak Dibolehkan!

Dejan Antonic resmi menangani Semen Padang pada 10 Oktober 2025. Ia menunjuk menggantikan pelatih sebelumnya, Eduardo Almeida, yang lebih dulu dihentikan oleh manajemen.

Namun perjalanan Dejan bersama Semen Padang tidak berjalan mulus. Dari 16 pertandingan yang dijalani, pelatih berusia 57 tahun itu hanya mampu mencatatkan:

Total, Semen Padang hanya mendapat tambahan 13 poin selama ditangani Dejan Antonic. Dari sisi produktivitas, tim mencetak 14 gol dan kebobolan 29 gol.

Catatan tersebut membuat posisi Semen Padang terus terjebak di papan bawah klasemen.

Baca Juga: Angin Kencang dan Hujan Deras Hantam Wonorejo Banyuputih, Balai Tani Roboh Total!

Hasil melawanimbang PSIM membuat Semen Padang masih berada di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Super Indonesia. Kabau Sirah baru mengoleksi 17 poin dari 24 pertandingan.

Situasi ini membuat peluang Semen Padang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional semakin berat.

Pada pekan ke-25, Semen Padang menggelar laga tandang melawan PSBS Biak. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (9/3/2026).

Hingga saat ini, manajemen Semen Padang belum mengumumkan siapa pelatih pengganti Dejan Antonic. Klub juga belum memastikan apakah tim akan menangani pelatih sementara dalam waktu dekat.

Baca Juga: THR 2026 Tetap Kena Pajak PPh 21, Menaker Yassierli Tegaskan Belum Ada Perubahan Aturan

Pemecatan Dejan Antonic sekaligus menandai pergantian pelatih kedua yang dilakukan Semen Padang pada musim ini. Sebelumnya, manajemen lebih dulu mengakhiri kerja sama dengan Eduardo Almeida.

Langkah tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi klub untuk segera keluar dari zona degradasi.

Dengan sisa kompetisi yang semakin sedikit, keputusan menentukan pelatih baru akan menjadi faktor penting bagi nasib Kabau Sirah di Liga Super Indonesia musim ini.

Jika tidak segera bangkit, ancaman turunnya kasta semakin nyata bagi salah satu klub bersejarah di sepak bola Indonesia tersebut.

Editor : Agung Sedana
#Semen Padang #BRI Super League 2026 #Dejan Antonic