RADARSITUBONDO.ID - Performa klub-klub Inggris di babak 16 besar UEFA Champions League musim ini benar-benar mengecewakan. Dalam rangkaian pertandingan yang berlangsung Rabu (11/3) hingga Kamis (12/3) dini hari WIB, tak satu pun wakil Premier League mampu meraih kemenangan.
Dari enam tim yang berlaga, empat klub menelan kekalahan dan dua lainnya hanya mampu bermain imbang. Hasil tersebut menjadi catatan buruk bagi sepak bola Inggris di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Korban pertama datang dari Liverpool FC. Tim asuhan Jürgen Klopp harus pulang dengan tangan hampa setelah kalah tipis 0-1 saat bertandang ke markas Galatasaray SK di Istanbul, Turki.
Bermain di atmosfer panas stadion tuan rumah, The Reds sebenarnya sempat mendominasi penguasaan bola. Namun rapatnya lini pertahanan Galatasaray membuat Liverpool kesulitan menciptakan peluang bersih.
Gol tunggal tim tuan rumah membuat Liverpool harus bekerja keras di leg kedua jika ingin menjaga peluang melangkah ke perempat final.
Kekalahan ini cukup mengejutkan mengingat Liverpool tampil impresif sepanjang fase grup sebelumnya.
Sementara itu, Newcastle United menjadi satu-satunya wakil Inggris yang sedikit memberi harapan. Bermain di St James' Park, The Magpies berhasil menahan imbang raksasa Spanyol FC Barcelona dengan skor 1-1.
Newcastle sempat unggul lebih dulu di hadapan pendukungnya sendiri sebelum Barcelona mampu menyamakan kedudukan di babak kedua.
Hasil imbang ini memang belum cukup aman bagi Newcastle. Namun setidaknya mereka masih memiliki peluang untuk lolos ketika bertandang ke markas Barcelona pada leg kedua.
Baca Juga: 4 Hari Hilang Terseret Banjir, Warga Jatibanteng Ditemukan Tewas Membusuk Nyangkut di Pohon Sungai
Nasib lebih buruk dialami Tottenham Hotspur. Bertandang ke markas Atlético Madrid, Tottenham harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 5-2.
Pertahanan Tottenham terlihat rapuhnya ketahanan agresivitas serangan Los Colchoneros. Lima gol yang bersarang di gawang Spurs membuat peluang mereka untuk menyatakan keadaan pada leg kedua menjadi sangat berat.
Sehari berikutnya, giliran Manchester City yang menelan pil pahit. Juara bertahan Liga Inggris itu dipermalukan oleh raksasa Spanyol Real Madrid dengan skor 3-0.
Bermain di stadion legendaris Santiago Bernabéu Stadium, City tak mampu mengimbangi permainan efektif Madrid.
Dominasi tuan rumah terlihat sejak awal pertandingan. Serangan cepat Real Madrid berkali-kali membongkar pertahanan City hingga menghasilkan tiga gol tanpa balas.
Kekalahan telak ini menjadi mencetak keras bagi skuad Manchester City yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Di pertandingan lain, Arsenal FC juga gagal meraih kemenangan. Bermain di BayArena, The Gunners hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bayer 04 Leverkusen.
Arsenal sebenarnya tampil dominan sepanjang laga. Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri.
Hasil ini membuat Arsenal harus bekerja lebih keras saat menjalani leg kedua di Jerman.
Baca Juga: Ngutang Rp 1 Juta Berujung Tagihan Rp 32 Juta, Pasutri di Situbondo Dilaporkan ke Polisi
Hasil paling menyakitkan dialami Chelsea FC. Bertandang ke Paris Saint‑Germain di Parc des Princes, The Blues harus menelan kekalahan telak 5-2.
PSG tampil sangat dominan sepanjang pertandingan. Serangan bertubi-tubi dari lini depan klub Prancis itu membuat pertahanan Chelsea menjadi tegang.
Kekalahan dengan selisih tiga gol membuat peluang Chelsea untuk melangkah ke babak perempat final menjadi sangat tipis.
Baca Juga: Pemeliharaan Gelora Situbondo Diperdebatkan, DPUPP Sebut Masih Tanggung Jawab Kontraktor
Rentetan hasil tersebut menjadi catatan buruk bagi klub-klub Inggris di babak 16 besar Liga Champions musim ini.
Tidak ada satu pun tim yang berhasil meraih kemenangan. Bahkan beberapa di antaranya menghancurkan kekalahan dengan skor telak.
Jika tidak mampu bangkit pada leg kedua, bukan tidak mungkin jumlah wakil Inggris di perempat final Liga Champions musim ini akan sangat terbatas.
Kondisi ini sekaligus menjadi peringatan bahwa dominasi klub-klub Inggris di kompetisi Eropa mulai mendapat tantangan serius dari klub-klub elite dari Spanyol, Prancis, hingga Jerman.
Editor : Agung Sedana