RADARSITUBONDO.ID - Indonesia berpeluang membawa pulang dua gelar juara dari turnamen bulu tangkis internasional bergengsi, Swiss Open 2026.
Harapan itu datang dari sektor tunggal putra dan tunggal putri setelah Alwi Farhan serta Putri Kusuma Wardani berhasil menembus partai puncak turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut. Final berlangsung di arena St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu malam (15/3/2026).
Partai final dijadwalkan dimulai pukul 18.40 WIB. Laga pertama akan menghadirkan duel sengit sektor tunggal putri ketika Putri Kusuma Wardani menghadapi wakil Thailand, Supanida Katethong. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua pemain sama-sama tampil impresif sejak babak awal turnamen.
Setelah pertandingan Putri, giliran Alwi Farhan yang turun di sektor tunggal putra. Pebulu tangkis muda Indonesia itu dijadwalkan bertanding sekitar pukul 20.20 WIB menghadapi pemain Jepang, Yushi Tanaka.
Laga tersebut sekaligus menjadi kesempatan emas bagi Alwi untuk menutup turnamen dengan gelar juara setelah performa konsisten sepanjang pekan di Basel.
Perjalanan Alwi menuju final terbilang impresif. Pada babak semifinal, ia sukses menumbangkan unggulan pertama asal China, Li Shi Feng, dengan skor meyakinkan 21-10, 21-19. Kemenangan itu terasa spesial karena sekaligus menjadi ajang balas dendam atas kekalahan Alwi dari pemain yang sama pada ajang China Open 2025.
Sejak awal pertandingan semifinal, Alwi tampil agresif. Ia langsung memimpin 4-2 di gim pertama dan terus menjaga keunggulan hingga interval dengan skor 11-4.
Permainan cepat serta kontrol reli yang matang membuat Li Shi Feng kesulitan mengembangkan permainan. Meski sempat mendapat tekanan pada gim kedua, Alwi tetap mampu menjaga fokus hingga memastikan tiket final.
Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani juga menunjukkan kualitasnya sebagai unggulan pertama. Pemain yang akrab disapa Putri KW itu tampil stabil dan mampu melewati berbagai ujian berat sepanjang turnamen.
Salah satu pertandingan paling menantang terjadi di semifinal saat ia menghadapi mantan juara dunia asal Jepang, Nozomi Okuhara.
Dalam duel tersebut, Putri harus bekerja keras menghadapi pengalaman dan daya juang Okuhara yang terkenal tangguh. Namun dengan permainan sabar dan konsisten, Putri berhasil mengatasi tekanan dan memastikan langkah ke final.
Jika berhasil menjadi juara, gelar ini akan menjadi trofi BWF World Tour berikutnya bagi Putri setelah sukses menjuarai Korea Masters 2024.
Meski demikian, perjalanan kontingen Indonesia di Swiss Open tahun ini tidak sepenuhnya mulus. Sejumlah wakil Merah Putih harus terhenti sebelum mencapai partai puncak.
Salah satunya adalah tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, yang gagal melangkah ke final setelah dikalahkan Yushi Tanaka dengan skor 17-21, 12-21 di semifinal.
Nasib serupa juga dialami pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan asal China di babak empat besar setelah melalui pertandingan yang cukup sengit.
Walau demikian, peluang Indonesia untuk membawa pulang trofi dari Basel tetap terbuka lebar. Kehadiran dua wakil di final menjadi sinyal positif bagi perkembangan bulu tangkis nasional, khususnya dari sektor tunggal yang menunjukkan regenerasi menjanjikan.
Dukungan masyarakat Indonesia diharapkan dapat menjadi energi tambahan bagi Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani saat menjalani partai puncak malam ini.
Jika keduanya mampu tampil maksimal, bukan tidak mungkin lagu kebangsaan Indonesia Raya akan berkumandang dua kali di St. Jakobshalle.
Malam ini, seluruh mata pecinta bulu tangkis Tanah Air akan tertuju ke Basel. Harapan besar disematkan pada dua pejuang Merah Putih untuk mengukir sejarah baru di Swiss Open 2026.
Editor : Agung Sedana